UNSUR PUISI

NAMA GURU                        : TRI ESTI RIANTI, S.Pd.

MATA PELAJARAN             : BAHASA INDONESIA

WAKTU PEMBELAJARAN : SELASA/7 APRIL 2026

FASE / KELAS                      : FASE D/ VIII C LO

MATERI                                 : PUISI 

TUJUAN PEMBELAJARAN:

1. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan mengidentifikasi unsur-unsur puisi.

2. Peserta didik juga mampu membandingkan puisi diafan dengan puisi prismatis

3. Peserta didik mampu terkadung dalam puisi menemukan pesan yang

4. Peserta didik mampu menciptakan puisi berdasarkan unsur-unsur puisi dan pesan yang terkandung.

5. Peserta didik mampu mendeklarasikan puisi.


MATERI PEMBELAJARAN :

Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang pengertian, ciri, dan tujuan pada puisi.

Pada hari ini kita akan melanjutkan materi Pembelajaran yaitu tentang Unsur Dalam Puisi 

Unsur Pembentuk Puisi

1. Majas dan Irama

Teks puisi merupakan teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyairnya dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Teks puisi mengutamakan majas dan juga irama.

Majas (figurative language) adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya. Untuk menimbulkan kesan-kesan tersebut, bahasa yang dipergunakan berupa perbandingan, pertentangan, perulangan, dan perumpamaan. Majas yang biasanya digunakan adalah majas personifikasi, majas paralelisme, majas metafora, majas hiperbola, dan majas perumpamaan.

Irama (musikalitas) adalah alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang. Irama berfungsi untuk memberi jiwa pada kata-kata dalam sebuah puisi yang pada akhirnya dapat membangkitkan emosi tertentu seperti sedih, kecewa, marah, rindu, dan bahagia.


2. Penggunaan Kata-Kata Konotasi

Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Kata itu telah mengalami penambahan-penambahan, baik itu berdasarkan pengalaman, kesan, maupun imajinasi, dan perasaan penyair. Puisi memang banyak menggunakan kata-kata bermakna konotatif. Hal itu merupakan kiasan atau merupakan suatu perbandingan.


3. Kata-Kata Berlambang

Puisi juga mengandung kata-kata yang memiliki lambang. Lambang atau simbol adalah sesuatu, seperti gambar, tanda, ataupun kata yang menyatakan maksud tertentu. Misalnya, rantai dan padi kapas dalam gambar Garuda Pancasila, tunas kelapa sebagai lambang Pramuka. Lambang-lambang itu menyatakan arti tertentu yang bisa dipahami umum.

Untuk kata-kata dalam puisi, seperti kata putih yang melambangkan kesucian atau kebersihan, bunga yang melambangkan kecantikan, api yang melambangkan kemarahan, dan baja yang melambangkan kekuatan atau ketangguhan.


4. Pengimajinasian dalam Puisi

Pengimajinasian adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair.

Kata-kata yang digunakan penyair membuat pembaca seolah-olah mendengar suara (imajinasi auditif), melihat benda-benda (imajinasi visual), atau meraba dan menyentuh benda-benda (imajinasi taktil).


ASSESSMEN :

Untuk memperkuat pemahaman materi kalian, silahkan kalian kerjakan soal-soal berikut ini.

SOAL TENTANG PUISI.


Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar