Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik
IDENTITAS
NAMA GURU : TRI ESTI RIANTI, S.Pd.
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
HARI/TANGGAL : KAMIS/4 SEPTEMBER 2026
FASE/KELAS. : FASE D/ VIIC
JUDUL MATERI : MENGINDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK PADAHAL TEKS CERITA FANTASI
PERTEMUAN KE : 3
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu mengekspresikan gagasan kreatif dan imajinatif secara indah dalam bentuk prosa fiksi.
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur pembangun prosa fiksi (tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang) serta penggunaan majas atau pilihan kata (diksi) yang estetis dalam karya sastra.
1. Prinsip Mindful (Kesadaran & Kritis)
- Peserta didik dapat menyadari dan menelaah keterkaitan antarunsur pembangun prosa fiksi (tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang) serta menganalisis alasan penggunaan pilihan kata (diksi) tertentu dalam sebuah karya sastra melalui proses refleksi mandiri.
2. Prinsip Meaningful (Bermakna & Relevan)
- Peserta didik dapat mengaitkan konsep sastra yang dipelajari dengan pengalaman nyata, kehidupan sehari-hari, serta relevansinya dalam membangun komunikasi yang ekspresif.
3. Prinsip Joyful (Menyenangkan & Estetik)- Peserta didik dapat menikmati proses eksplorasi sastra melalui suasana kelas yang positif, kolaboratif, dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi.
- Peserta didik dapat menikmati proses eksplorasi sastra melalui suasana kelas yang positif, kolaboratif, dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi.
MATERI PEMBELAJARAN:
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.
1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia
Allah adalah Al-Khaliq yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada dengan bentuk yang luar biasa. Penulis cerita fantasi juga "menciptakan" dunia baru, tokoh magis, latar tempat, dan aturan alam semesta rekaan (world-building) yang belum pernah ada sebelumnya.
2. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita
Al-Malik mencerminkan pengaturan, kedaulatan, dan hukum yang tertib. Di dalam cerita fantasi yang bebas dan imajinatif, tetap ada "hukum" atau aturan struktur narasi yang harus dipatuhi agar cerita tidak kacau.
3. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi
Rezeki dari Ar-Razzaq meliputi segala bentuk kebaikan, termasuk ide kreatif, hikmah, dan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
6 Unsur Cerita Fantasi
(Intrinsik & Ekstrinsik)
Memahami unsur cerita fantasi dapat menjadi cara baru untuk menikmati kisah imajinatif yang penuh kejutan. Dunia dalam narasi tersebut dihadirkan dengan cara tidak hanya unik, tapi juga mampu membawa pembaca keluar dari realitas sehari-hari yang membosankan.
Salah satu jenis karya fiksi ini dibuat dengan kreativitas tinggi untuk menghibur dan mengembangkan imajinasi pembacanya. Namun, sebenarnya apa itu cerita fantasi? Artikel berikut ini akan mengulas lebih dalam mengenai pengertian, ciri-ciri, hingga unsur-unsur kisah imajinatif tersebut. Yuk, simak!
Pengertian Cerita Fantasi
Cerita fantasi adalah karya naratif yang menghadirkan kisah dari berbagai peristiwa, pengalaman, atau tindakan hasil imajinasi penulis. Kisah yang disajikan ini biasanya berasal dari khayalan atau rekaan, sehingga tidak benar-benar terjadi di dunia nyata.
Lw
Tujuan penulisannya sendiri tidak hanya untuk menghibur, tapi juga merangsang daya imajinasi pembaca agar lebih luas dan kreatif. Struktur cerita fantasi juga terdiri dari beberapa komponen, mulai dari orientasi atau pengenalan, komplikasi atau pemunculan konflik, dan resolusi atau penyelesaian masalah.
Secara umum, jenis cerita fantasi terbagi menjadi dua kategori, yakni fantasi total dan irisan. Fantasi total berarti cerita sepenuhnya menghadirkan dunia, tokoh, dan peristiwa yang berbeda dari realitas, sedangkan irisan masih menggabungkan unsur nyata dengan imajinasi, misalnya kehidupan sehari-hari yang disisipi kejadian ajaib.
Ciri-ciri Teks Cerita Fantasi
Jenis narasi ini mudah dibedakan dengan bentuk lain karena memiliki sejumlah karakteristik khas. Ada pun ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
Adanya keajaiban, misteri, dan keanehan: Kisah ini menampilkan hal-hal di luar nalar seperti kekuatan supranatural, makhluk imajinatif, serta peristiwa tak logis hasil kreativitas penulis.
Ide cerita bebas: Gagasan yang digunakan tidak terikat realitas sehingga memungkinkan eksplorasi tema unik mulai dari dunia sihir hingga konsep futuristik.
Latar melintasi ruang dan waktu: Setting dapat berpindah-pindah secara fleksibel, bahkan menggabungkan dimensi berbeda untuk menciptakan pengalaman imajinatif.
Tokoh yang unik: Karakter yang dihadirkan biasanya memiliki kemampuan atau sifat tidak biasa, seperti kekuatan khusus atau latar belakang yang tidak ditemukan di kehidupan nyata.
Bersifat fiktif: Seluruh kisah dalam teks cerita fantasi merupakan hasil rekaan, meskipun terkadang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari agar terasa lebih dekat.
Penggunaan bahasa ekspresif: Gaya bahasa yang dipakai cenderung hidup dan variatif untuk memperkuat suasana serta emosi dalam alur.
Unsur Cerita Fantasi
Unsur Intrinsik Cerita Fantasi
Unsur intrinsik adalah elemen pembangun dari dalam karya itu sendiri. Bagian ini menjadi elemen kunci yang menentukan bagaimana alur dan isi kisah akan berkembang.
Adapun unsur intrinsik cerita fantasi adalah sebagai berikut.
1. Tema
Merupakan gagasan utama yang menjadi dasar pengembangan keseluruhan alur. Dalam kisah fantasi, pemilihan ide sangat menentukan arah dan keunikan dunia yang dibangun.
2. Alur
Alur cerita adalah rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dan membentuk jalan cerita. Meskipun bersifat imajinatif, susunan peristiwanya tetap harus runtut agar mudah dipahami.
3. Tokoh
Ini adalah unsur pelaku yang menjalankan peristiwa dalam kisah. Pada genre ini, karakter biasanya hadir dengan kemampuan atau bentuk yang tidak biasa sehingga terasa lebih menarik.
4. Latar
Latar merupakan tempat, waktu, dan suasana yang melingkupi jalannya cerita. Penggambaran latar harus kuat agar dunia imajinatif terasa lebih hidup dan meyakinkan.
5. Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan posisi penulis dalam menyampaikan kisah, baik melalui orang pertama, kedua, maupun ketiga. Pemilihan perspektif ini memengaruhi cara pembaca memahami alur.
6. Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis melalui kisah dan penokohan teks fantasi. Nilai ini biasanya bersifat positif dan dapat dipetik sebagai pelajaran oleh pembaca.
Unsur Ekstrinsik Cerita Fantasi
Selain elemen dalam cerita, ada juga faktor luar yang turut memengaruhi terbentuknya sebuah karya. Komponen ini berkaitan dengan latar belakang penulis maupun kondisi di sekitarnya saat membuat sebuah narasi. Berikut beberapa unsur ekstrinsiknya.
1. Latar Belakang Pembuatan Karya
Waktu dan kondisi saat karya dibuat dapat memengaruhi isi serta tema yang diangkat. Faktor ini sering berkaitan dengan situasi sosial atau peristiwa tertentu pada masa tersebut.
2. Latar Belakang Penulis
Pengalaman, pandangan hidup, serta motivasi penulis memiliki peran penting dalam membentuk alur dan karakter. Hal ini membuat setiap karya memiliki ciri khas tersendiri.
3. Nilai-nilai dalam Cerita
Nilai sosial, budaya, ekonomi, maupun moral sering terselip dalam alur sebagai pesan tersirat. Kehadiran nilai ini membuat kisah tidak hanya menghibur, tetapi juga bermakna.
4. Kondisi Sosial Budaya
Lingkungan sosial dan budaya tempat penulis berada turut memengaruhi cara penggambaran karakter dan alur. Hal ini dapat terlihat dari kebiasaan, konflik, hingga latar yang digunakan.
5. Keadaan Psikologis Penulis
Unsur teks fantasi selanjutnya adalah keadaan psikologis penulis. Kondisi emosional dan psikologis penulis kerap berpengaruh terhadap proses kreatif. Karena itu, perasaan dan pengalaman pribadi sering kali tercermin dalam suasana maupun konflik yang dihadirkan.
Media Pembelajaran dan Alat Peraga yang digunakan Pada Materi Mengidentifikasi Unsur Teks Cerita Fantasi adalah Video Pembelajaran, Contoh Teks Cerita Fantasi, dan LKPD
ASESMEN :
Kerjakan soal dibawah ini di Kolom Komentar Blogger! Dengan menuliskan jawaban dan keterangannya
1. Cerita fantasi yang berisi ide penceritaan pengarang terhadap wujud sesuatu dan semua yang ada dalam cerita semuanya bersifat fiktif/khayalan disebut cerita imajinasi...
a. Total
b. Irisan
c. Sezaman
d. Lintas waktu
2. Dalam cerita imajinasi, tokoh mempunyai watak dan ciri yang unik. Selain itu, tokoh mengalami peristiwa misterius dan mempunyai kesaktian-kesaktian tertentu. Pernyataan tersebut merupakan ciri umum teks cerita imajinasi...
a. Ada keajaiban/keanehan/kemisteriusan
b. Bersifat fiksi
c. Tokoh unik
d. Ide cerita nyata
3. Bacalah ringkasan cerita berikut ini!
Wulan adalah seorang gadis yang diuji dengan wajahnya yang seram sehingga para warga takut dengannya. Saat Wulan pulang setelah menengok dan mengantarkan makanan kepada nenek yang rumahnya jauh, ia tersesat di hutan karena kemalaman. Wulan dibantu kumpulan kunang-kunang yang menerangi jalannya. Bukan sampai rumah justru Wulan sampai di tepi danau dan bertemu Peri Bulan yang memberi air untuk membasuh mukanya agar menjadi cantik jelita. Karena kecantikannya, saat ini pangeran Rangga menjadi temannya.
Cerita imajinasi tersebut termasuk dalam kategori...
a. Cerita imajinasi total
b. Cerita Imajinasi Irisan
c. Cerita imajinasi khayalan
d. Cerita imajinasi kenyataan
Bacalah peragraf berikut dengan cermat untuk menjawab soal !
Di suatu hutan hiduplah berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari hutan dilanda badai kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak! Terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan dirinya, kecuali semut yang berlindung di dalam tanah. Badai baru berhenti ketika pagi menjelang. Matahari kembali bersinar. Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya ke dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia melihat sesekor kepompong yang tergeletak di dahan yang patah. Si semut bergumam.
4. Latar tempat pada cerita di atas adalah ...
a. Di kebun
b. Di tepi sungai
c. Di hutan
d. Di kedai
5. Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam cerita di atas adalah ...
a. Orang pertama
b. Orang kedua
c. Orang ketiga
d. Serba tahu
Komentar
Posting Komentar