IDENTITAS

NAMA GURU              :  TRI ESTI RIANTI, S.Pd.

MATA PELAJARAN  : BAHASA INDONESIA 

HARI/TANGGAL        : SELASA, 06 OKTOBER 2026

FASE/KELAS.             : FASE D/ VIID

JUDUL MATERI         :  KISI-KISI STS GANJIL KELAS VII TAHUN 2026

PERTEMUAN KE       : -

CAPAIAN PEMBELAJARAN : 

Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu mengekspresikan gagasan kreatif dan imajinatif secara indah dalam bentuk prosa fiksi. 

TUJUAN PEMBELAJARAN: 

Peserta didik dapat mengidentifikasi, menganalisis, dan menggunakan kaidah kebahasaan yang khas dalam teks cerita fantasi secara tepat.

1. Prinsip Mindful (Kesadaran & Kritis)

  • Guru membacakan kutipan cerita teks fantasi yang kaya akan diksi pancaindra dengan perlahan. Peserta didik menutup mata dan fokus menyadari detail kata demi kata—merasakan "hawa dingin", mendengar "gemercik tongkat sihir", atau melihat "cahaya berpendar". 

2. Prinsip Meaningful (Bermakna & Relevan)

  • Peserta didik menganalisis struktur bahasa dengan konsep "Show, Don't Tell" (Tunjukkan, Jangan Sekadar Katakan). Mereka ditantang untuk menelaah mengapa kalimat "Naga itu sangat menyeramkan" terasa hambar dan kurang bermakna bagi pembaca. Mereka kemudian diajak mengubahnya menggunakan kaidah kebahasaan yang khas (seperti majas dan kata seru).
3. Prinsip Joyful (Menyenangkan & Estetik)
  • Peserta didik dibagi ke dalam kelompok dan diberikan kartu-kartu kata misterius berisi konjungsi urutan waktu, kata ganti unik, dan kosakata emotif. Mereka harus berkolaborasi merangkai kartu-kartu tersebut menjadi satu paragraf cerita fantasi yang utuh dan logis dalam waktu terbatas. Suasana kompetisi yang seru, penuh tawa, dan membebaskan imajinasi ini membuat

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN : 

Mengidentifikasi Kaidah Kebahasaan: Peserta didik dapat mengenali jenis kata atau kalimat yang sering muncul dalam cerita fantasi, seperti penggunaan kata ganti, pilihan kata (diksi) yang mencerap pancaindra untuk mendeskripsikan latar, serta penggunaan majas.
Menganalisis Unsur Kebahasaan: Peserta didik mampu menelaah fungsi dan pengaruh penggunaan bahasa yang variatif, ekspresif, dan tidak formal (ragam percakapan) terhadap menghidupkan unsur keajaiban dalam cerita.

Menganalisis Unsur Kebahasaan: 
Peserta didik mampu menelaah fungsi dan pengaruh penggunaan bahasa yang variatif, ekspresif, dan tidak formal (ragam percakapan) terhadap menghidupkan unsur keajaiban dalam cerita.

Memproduksi dan Merevisi Teks:Peserta didik dapat menerapkan kaidah kebahasaan tersebut untuk menulis atau memperbaiki draf teks cerita fantasi agar bahasanya lebih imajinatif dan sesuai dengan karakteristik genre fantasi.

MATERI PEMBELAJARAN:

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik 

 Wa bahwa kemampuan manusia berimajinasi dan merangkai kata adalah setetes karunia kecerdasan dari sang Al-Khaliq. Manusia hanya bisa "menciptakan" cerita rekaan, sementara Allah adalah Pencipta sejati yang menciptakan realitas.

2. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita

Peserta didik memahami bahwa sekuat apa pun konflik yang sengaja dibangun penulis, jalannya cerita tetap tunduk pada hukum sebab-akibat yang logis. Hal ini merefleksikan keteraturan alam semesta di bawah kendali Sang Penguasa Tertinggi.

3. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Kemampuan untuk mengidentifikasi keunikan bahasa melatih rasa syukur atas kekayaan kosakata yang dimiliki manusia. Setiap kata, metafora, dan gaya bahasa yang ditemukan oleh peserta didik dalam teks adalah "rezeki pengetahuan dan inspirasi" yang bersumber dari kemurahan Allah.

Pembahasan Soal STS Ganjil Kelas VII Tahun 2026/2027

  1. Pembahasan: Kalimat deskripsi yang membuat pembaca seolah-olah melihat (citra penglihatan) adalah kalimat yang mendeskripsikan bentuk, warna, atau rupa objek secara konkret. Opsi B secara detail menggambarkan pemandangan bawah laut (terumbu karang, anemon, jenis ikan, penyu hijau, hingga hiu sirip hitam) sehingga pembaca seolah-olah melihatnya langsung.

  2. Pembahasan: Berdasarkan teks tentang Pulau Tegal Mas Lampung, pengunjung dapat menikmati berbagai permainan watersport seperti kano, banana boat, jetsky, dan lainnya. Pilihan lainnya tidak sesuai dengan isi teks (misalnya, panorama pegunungan padahal pantai, atau penangkaran penyu padahal penangkaran bayi hiu).

  3. Pembahasan: Teks pada pilihan C menggunakan sudut pandang orang ketiga ("Kami berangkat...", "Penyu tiba...") dan menceritakan perjalanan tanpa ada kata sapaan langsung kepada pembaca. Sementara pilihan A, B, dan D menggunakan sapaan langsung seperti kalian.

  4. Pembahasan: Nomor 4 pada tabel menunjukkan kalimat perincian "Jalan-jalan sambil menikmati pemandangan indah", yang tidak sesuai dan tidak padu untuk merinci kalimat utama "Jalan ke arah bukit Pantan Terong mengerikan" (seharusnya merinci kengerian atau kondisi jalannya, bukan malah jalan-jalan menikmati keindahan).

  5. Pembahasan: Ciri utama teks deskripsi adalah menggambarkan atau melukiskan suatu objek secara konkret dengan melibatkan pancaindera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan perabaan) agar pembaca dapat merasakan langsung.

  6. Pembahasan: Teks pada pilihan B mendeskripsikan keadaan fisik dan suasananya secara rinci (Pantai Nusa Penida memiliki keindahan alam, pohon rindang, bentangan laut luas, dan ikan laut) yang merupakan ciri teks deskripsi. Opsi A adalah sejarah/rekon, C adalah eksposisi/pendidikan, dan D adalah eksposisi sebab-akibat.

  7. Pembahasan: Struktur teks deskripsi yang baku terdiri atas: (1) Identifikasi/gambaran umum, (2) Deskripsi bagian, dan (3) Penutup/kesimpulan.

  8. Pembahasan: Teks tersebut secara keseluruhan membahas mengenai bentuk, tanaman, dan cara merawat "Taman" depan rumah si penulis.

  9. Pembahasan: Kata "semburat" memiliki arti pancaran cahaya (atau sinar yang mulai memancar terang, seperti warna jingga matahari terbit di balik gunung).

  10. Pembahasan: Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda mati seolah-olah bernyawa atau memiliki sifat manusia. Paragraf 3 memuat kalimat "si ular besi ini sudah menjadi bagian kehidupan kampung..." dan "melenguh nyaring setiap subuh..." yang mempersonifikasikan kereta api layaknya makhluk hidup.

  11. Pembahasan:

    • Penulisan kata "dikunjungi" yang benar digabung karena berawalan di- sebagai kata kerja pasif.

    • "Kabupaten Pesawaran" menggunakan huruf kapital karena diikuti nama tempat spesifik.

    • "di pinggir" dipisah karena menunjukkan keterangan tempat.

  12. Pembahasan: Opsi D melibatkan aspek perasaan atau emosi secara jelas melalui frasa "Keluarga kami hangat dan saling menyayangi".

  13. Pembahasan: Berdasarkan gambar ilustrasi kegiatan kelas, terdapat siswa yang sedang bekerja sama membersihkan kelas (menyapu, mengepel, menghapus papan tulis) dengan komposisi 3 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan.

  14. Pembahasan: Teks tersebut menggunakan indra pengecap dan perasa ("enak sekali", "empuk", "renyah", "rasa manis di ujung lidah", "rasa pahit bercampur manis") sehingga bertujuan agar pembaca seolah-olah merasakan sendiri.

  15. Pembahasan: Ide pokok adalah gagasan utama paragraf. Seluruh kalimat pada teks tersebut membahas tentang penawaran paket wisata erupsi Gunung Bromo oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
  16. Pembahasan: Teks 1 membahas topik utama tentang keindahan Pantai Mojopahit beserta perinciannya (pemandangan pantai, pengunjung, keindahan matahari terbenam). Teks 2 membahas Tari Gambyong beserta perinciannya (penemu tari dan gerakan-gerakannya).
  17. Pembahasan: Kata depan yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang adalah ke (...menuju/datang ke Desa Denge) dan dari (...terdekat dari Wae Rebo).

  18. Pembahasan: Susunan kalimat yang padu diawali dengan kalimat pengenal umum (2), lalu mendeskripsikan ciri fisiknya (1), dilanjutkan kesan ajaibnya (3), dan ditutup dengan kesimpulan penutup (4) $\rightarrow$ (2)-(1)-(3)-(4).

  19. Pembahasan: Majas personifikasi (benda mati bernyawa):

    • (1) Kamar menemani kesepianku (kamar seolah manusia).

    • (4) Daun kelapa melambai-lambai (daun melambai seperti tangan manusia).

    • (Catatan: Raja siang pada nomor 2 adalah metafora untuk matahari). Maka pasangan majas personifikasi yang tepat adalah 1 dan 4.

  20. Pembahasan: Deskripsi tersebut merujuk pada bentuk fisik uang kertas (persegi panjang, pipih, berwarna-warni, disimpan di dompet/bank, dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari).

  21. Pembahasan: Ciri cerita fantasi yang paling menonjol pada kutipan tersebut adalah adanya keajaiban atau peristiwa magis/supranatural (langit berwarna hijau zamrud dan pohon yang bisa berbicara).

  22. Pembahasan: Cerita fantasi murni bersumber dari daya imajinasi pengarang (sifatnya khayalan), sedangkan cerita sejarah didasarkan pada fakta dan kejadian nyata di masa lalu

  23. Pembahasan: Tema cerita tentang anak miskin yang menolong peri lalu diberi kebahagiaan mengajarkan nilai moral bahwa perbuatan baik akan mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan.

  24. Pembahasan: Tokoh antagonis adalah tokoh yang menjadi penentang atau berwatak jahat dalam cerita. Dalam kutipan tersebut, Ratu Es berperan sebagai pihak yang mencoba menghancurkan desa.

  25. Pembahasan: Protagonis adalah tokoh utama yang berwatak baik dan didukung oleh pembaca dalam jalannya cerita.

  26. Pembahasan: Tokoh utama yang menjadi pusat cerita dalam kutipan tersebut adalah Arya (yang menolong dan mengobati naga).

  27. Pembahasan: Ungkapan "Aku tidak akan menyerah, meski langit runtuh!" mencerminkan watak tokoh yang teguh pendirian dan pantang menyerah.

  28. Pembahasan: Alur cerita yang dimulai dari penyelesaian atau bagian akhir cerita kemudian bergerak mundur menceritakan masa lalu disebut alur mundur (atau regresi/flashback total).

  29. Pembahasan: Bagian orientasi dalam struktur cerita fantasi berfungsi sebagai pengenalan awal yang mencakup pengenalan tokoh, latar tempat/waktu, dan situasi cerita.

  30. Pembahasan: Bagian akhir cerita yang ditandai dengan keberhasilan tokoh menyelesaikan masalah atau tercapainya solusi disebut resolusi.

  31. Pembahasan: Susunan peristiwa fantasi yang runtut: (2) Penyihir menculik sang putri sebagai awal mula konflik $\rightarrow$ (1) Pangeran mengalahkan penyihir jahat sebagai puncak/penyelesaian $\rightarrow$ (3) Kerajaan kembali damai sebagai akhir cerita. Urutannya adalah 2-1-3.

  32. Pembahasan: Kalimat "seluruh kerajaan terancam hancur" merupakan bentuk masalah atau konflik yang sedang dihadapi para tokoh dalam cerita.

  33. Pembahasan: Penyebab timbulnya masalah (konflik) dalam kutipan tersebut dinyatakan secara langsung, yaitu "Karena ia melanggar janji dengan roh penjaga hutan".

  34. Pembahasan: Penggunaan kata ganti orang pertama ("Aku") menandakan bahwa cerita menggunakan sudut pandang orang pertama (pelaku utama).

  35. Pembahasan: Cerita yang bersifat petualangan pribadi atau pengalaman hidup akan terasa lebih hidup, nyata, dan efektif jika ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama ("aku" atau "kami").

  36. Pembahasan: Amanat dari cerita tentang tokoh kecil/lemah yang bisa mengalahkan raksasa adalah bahwa keberanian yang dibarengi dengan kecerdikan mampu mengatasi segala kesulitan besar.

  37. Pembahasan: Gaya bahasa/majas fantasi tampak pada kalimat "Buku itu membuka dirinya dan berbicara padaku" karena benda mati (buku) diberi kemampuan hidup layaknya manusia.

  38. Pembahasan: Prinsip meringkas sebuah teks atau cerita panjang adalah dengan mempertahankan bagian peristiwa utama dan inti cerita secara ringkas tanpa menghilangkan esensi alurnya.

  39. Pembahasan: Kehadiran makhluk mitos seperti naga, peri, atau elf digunakan oleh penulis agar cerita terasa imajinatif, unik, fantastis, serta berbeda dari kenyataan dunia nyata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi-kisi STS Ganjil Kelas VII Tahun 2026

TEKS PIDATO PERSUASIF