Mengidentifikasi Unsur Teks Cerita Fantasi
IDENTITAS
NAMA GURU : TRI ESTI RIANTI, S.Pd.
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
HARI/TANGGAL : RABU/9 SEPTEMBER 2026
FASE/KELAS. : FASE D/ VIIA DAN VIIB
JUDUL MATERI : MENGINDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK PADA TEKS CERITA FANTASI
PERTEMUAN KE : 4
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu mengekspresikan gagasan kreatif dan imajinatif secara indah dalam bentuk prosa fiksi.
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur pembangun prosa fiksi (tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang) serta penggunaan majas atau pilihan kata (diksi) yang estetis dalam karya sastra.
1. Prinsip Mindful (Kesadaran & Kritis)
- Peserta didik dapat menyadari dan menelaah keterkaitan antarunsur pembangun prosa fiksi (tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang) serta menganalisis alasan penggunaan pilihan kata (diksi) tertentu dalam sebuah karya sastra melalui proses refleksi mandiri.
2. Prinsip Meaningful (Bermakna & Relevan)
- Peserta didik dapat mengaitkan konsep sastra yang dipelajari dengan pengalaman nyata, kehidupan sehari-hari, serta relevansinya dalam membangun komunikasi yang ekspresif.
3. Prinsip Joyful (Menyenangkan & Estetik)- Peserta didik dapat menikmati proses eksplorasi sastra melalui suasana kelas yang positif, kolaboratif, dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi.
- Peserta didik dapat menikmati proses eksplorasi sastra melalui suasana kelas yang positif, kolaboratif, dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi.
MATERI PEMBELAJARAN:
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.
1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia
Allah adalah Al-Khaliq yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada dengan bentuk yang luar biasa. Penulis cerita fantasi juga "menciptakan" dunia baru, tokoh magis, latar tempat, dan aturan alam semesta rekaan (world-building) yang belum pernah ada sebelumnya.
2. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita
Al-Malik mencerminkan pengaturan, kedaulatan, dan hukum yang tertib. Di dalam cerita fantasi yang bebas dan imajinatif, tetap ada "hukum" atau aturan struktur narasi yang harus dipatuhi agar cerita tidak kacau.
3. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi
Rezeki dari Ar-Razzaq meliputi segala bentuk kebaikan, termasuk ide kreatif, hikmah, dan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
6 Unsur Cerita Fantasi
(Intrinsik & Ekstrinsik)
Memahami unsur cerita fantasi dapat menjadi cara baru untuk menikmati kisah imajinatif yang penuh kejutan. Dunia dalam narasi tersebut dihadirkan dengan cara tidak hanya unik, tapi juga mampu membawa pembaca keluar dari realitas sehari-hari yang membosankan.
Salah satu jenis karya fiksi ini dibuat dengan kreativitas tinggi untuk menghibur dan mengembangkan imajinasi pembacanya. Namun, sebenarnya apa itu cerita fantasi? Artikel berikut ini akan mengulas lebih dalam mengenai pengertian, ciri-ciri, hingga unsur-unsur kisah imajinatif tersebut. Yuk, simak!
Pengertian Cerita Fantasi
Cerita fantasi adalah karya naratif yang menghadirkan kisah dari berbagai peristiwa, pengalaman, atau tindakan hasil imajinasi penulis. Kisah yang disajikan ini biasanya berasal dari khayalan atau rekaan, sehingga tidak benar-benar terjadi di dunia nyata.
Tujuan penulisannya sendiri tidak hanya untuk menghibur, tapi juga merangsang daya imajinasi pembaca agar lebih luas dan kreatif. Struktur cerita fantasi juga terdiri dari beberapa komponen, mulai dari orientasi atau pengenalan, komplikasi atau pemunculan konflik, dan resolusi atau penyelesaian masalah.
Secara umum, jenis cerita fantasi terbagi menjadi dua kategori, yakni fantasi total dan irisan. Fantasi total berarti cerita sepenuhnya menghadirkan dunia, tokoh, dan peristiwa yang berbeda dari realitas, sedangkan irisan masih menggabungkan unsur nyata dengan imajinasi, misalnya kehidupan sehari-hari yang disisipi kejadian ajaib.
Ciri-ciri Teks Cerita Fantasi
Jenis narasi ini mudah dibedakan dengan bentuk lain karena memiliki sejumlah karakteristik khas. Ada pun ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
Adanya keajaiban, misteri, dan keanehan: Kisah ini menampilkan hal-hal di luar nalar seperti kekuatan supranatural, makhluk imajinatif, serta peristiwa tak logis hasil kreativitas penulis.
Ide cerita bebas: Gagasan yang digunakan tidak terikat realitas sehingga memungkinkan eksplorasi tema unik mulai dari dunia sihir hingga konsep futuristik.
Latar melintasi ruang dan waktu: Setting dapat berpindah-pindah secara fleksibel, bahkan menggabungkan dimensi berbeda untuk menciptakan pengalaman imajinatif.
Tokoh yang unik: Karakter yang dihadirkan biasanya memiliki kemampuan atau sifat tidak biasa, seperti kekuatan khusus atau latar belakang yang tidak ditemukan di kehidupan nyata.
Bersifat fiktif: Seluruh kisah dalam teks cerita fantasi merupakan hasil rekaan, meskipun terkadang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari agar terasa lebih dekat.
Penggunaan bahasa ekspresif: Gaya bahasa yang dipakai cenderung hidup dan variatif untuk memperkuat suasana serta emosi dalam alur.
Unsur Cerita Fantasi
Unsur Intrinsik Cerita Fantasi
Unsur intrinsik adalah elemen pembangun dari dalam karya itu sendiri. Bagian ini menjadi elemen kunci yang menentukan bagaimana alur dan isi kisah akan berkembang.
Adapun unsur intrinsik cerita fantasi adalah sebagai berikut.
1. Tema
Merupakan gagasan utama yang menjadi dasar pengembangan keseluruhan alur. Dalam kisah fantasi, pemilihan ide sangat menentukan arah dan keunikan dunia yang dibangun.
2. Alur
Alur cerita adalah rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dan membentuk jalan cerita. Meskipun bersifat imajinatif, susunan peristiwanya tetap harus runtut agar mudah dipahami.
3. Tokoh
Ini adalah unsur pelaku yang menjalankan peristiwa dalam kisah. Pada genre ini, karakter biasanya hadir dengan kemampuan atau bentuk yang tidak biasa sehingga terasa lebih menarik.
4. Latar
Latar merupakan tempat, waktu, dan suasana yang melingkupi jalannya cerita. Penggambaran latar harus kuat agar dunia imajinatif terasa lebih hidup dan meyakinkan.
5. Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan posisi penulis dalam menyampaikan kisah, baik melalui orang pertama, kedua, maupun ketiga. Pemilihan perspektif ini memengaruhi cara pembaca memahami alur.
6. Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis melalui kisah dan penokohan teks fantasi. Nilai ini biasanya bersifat positif dan dapat dipetik sebagai pelajaran oleh pembaca.
Unsur Ekstrinsik Cerita Fantasi
Selain elemen dalam cerita, ada juga faktor luar yang turut memengaruhi terbentuknya sebuah karya. Komponen ini berkaitan dengan latar belakang penulis maupun kondisi di sekitarnya saat membuat sebuah narasi. Berikut beberapa unsur ekstrinsiknya.
1. Latar Belakang Pembuatan Karya
Waktu dan kondisi saat karya dibuat dapat memengaruhi isi serta tema yang diangkat. Faktor ini sering berkaitan dengan situasi sosial atau peristiwa tertentu pada masa tersebut.
2. Latar Belakang Penulis
Pengalaman, pandangan hidup, serta motivasi penulis memiliki peran penting dalam membentuk alur dan karakter. Hal ini membuat setiap karya memiliki ciri khas tersendiri.
3. Nilai-nilai dalam Cerita
Nilai sosial, budaya, ekonomi, maupun moral sering terselip dalam alur sebagai pesan tersirat. Kehadiran nilai ini membuat kisah tidak hanya menghibur, tetapi juga bermakna.
4. Kondisi Sosial Budaya
Lingkungan sosial dan budaya tempat penulis berada turut memengaruhi cara penggambaran karakter dan alur. Hal ini dapat terlihat dari kebiasaan, konflik, hingga latar yang digunakan.
5. Keadaan Psikologis Penulis
Unsur teks fantasi selanjutnya adalah keadaan psikologis penulis. Kondisi emosional dan psikologis penulis kerap berpengaruh terhadap proses kreatif. Karena itu, perasaan dan pengalaman pribadi sering kali tercermin dalam suasana maupun konflik yang dihadirkan.
Media Pembelajaran dan Alat Peraga yang digunakan Pada Materi Mengidentifikasi Unsur Teks Cerita Fantasi adalah Video Pembelajaran, Handphone, Laptop, Contoh Teks Cerita Fantasi, dan LKPD
ASESMEN :
Kerjakan LKPD dibawah ini di Kolom Komentar Blogger! Dengan menuliskan jawaban dari menentukan Unsur Intrinsik dari Teks Cerita Fantasi yang berjudul Kebiasaan Buruk Raka tersebut!

Nama: Fayola Alwafa Dermawan
BalasHapusKelas:7B
Jawaban:
Tema:Pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan makanan.
Tokoh:Raka (tokoh utama), Guru, Dokter, Ibu Raka, dan Andi (teman Raka).
Alur:Maju. Cerita dimulai dari kebiasaan buruk Raka, akibat yang diterimanya (sakit perut), hingga perubahan sikapnya menjadi lebih baik.
Latar:
Latar Tempat: Depan sekolah, toilet sekolah, puskesmas, dan rumah Raka.Latar Waktu: Setiap hari, suatu pagi, besoknya, dan sejak saat itu.Latar Suasana: Khawatir (saat sakit) dan menyenangkan/positif (di akhir cerita).
Amanat:Jangan jajan sembarangan karena makanan yang tidak bersih bisa membuat sakit. Lebih baik membawa bekal sendiri dari rumah karena lebih sehat dan higienis.
Sudut Pandang:Pesona ketiga (orang ketiga di luar cerita). Penulis memosisikan diri sebagai pengamat yang menceritakan tokoh Raka dan tokoh lainnya menggunakan nama orang.
Nama : Jovita Aprilia Salsabila
BalasHapusKelas : VII B
Jawaban :
Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
Sudut Pandang: Orang ketiga.
Nama: M.Bilfaqih Raja Akbar
BalasHapusKelas:7A
Jawaban:
Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.
Latar:
Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.
Waktu: pagi hari dan setiap hari.
Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.
Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.
Nama : Qori Janitra Yasmin
BalasHapusKelas : 7A
- Tema : Pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh
- Tokoh : Raka, Guru, Dokter, Ibu, Andi
- Alur : Alur Maju
- Latar : Latar tempat (Depan sekolah, toilet, puskesmas, rumah Raka), Latar Waktu (Setiap hari, Pagi hari), Latar suasana (menyenangkan, mengkhawatirkan, bahagia)
- Amanat : Menjaga kesehatan tubuh dengan makan makanan yg bersih dan bergizi adalah hal yang penting
- Sudut Pandang : Penulis sebagai orang ketiga yang menceritakan tokoh utama dan tokoh lainnya.
Kiandra Azzalea 🌟
BalasHapuskelas 7a
Jawaban=
Tema: Kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki.
Tokoh: Raka, Guru,Andi,dokter,dan teman-temannya.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, puskesmas, toilet.
Amanat: makanlah makanan yang sehat dan bersih, dan jangan jajan sembarangan.
Sudut pandang: orang ketiga.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Aufar Zahran Anwar
BalasHapusKelas : VII.A
Tema : kesehatan/dampak jajan sembarangan
Tokoh : Raka, guru, dokter, ibu Raka, dan Andi
Alur : maju, bermula dari Raka yang suka jajan sembarangan kemudian jatuh sakit. Dan pada akhirnya Raka sadar dan mengubah kebiasaannya
Latar : tempat= depan sekolah, kelas/toilet sekolah, puskesmas, dan rumah
Waktu= pagi hari, setiap hari, dan jam istirahat
Suasana= tegang/khawatir, menyenangkan dan harmonis
Amanat : jangan suka jajan sembarangan karena bisa menimbulkan penyakit. Dan biasakan membawa bekal yang sehat dan bersih dari rumah
Sudut pandang : sudut pandang orang ketiga karena memakai nama tokoh Raka dan kata ganti ia/nya
Nama: Billy Arya Pratama
BalasHapusKelas:7A
Jawabannya:
Tema: Kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki.
Tokoh: Raka, Guru,Andi,dokter,dan teman-temannya.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, puskesmas, toilet.
Amanat: makanlah makanan yang sehat dan bersih, dan jangan jajan sembarangan.
Sudut pandang: orang ketiga.
nama : syafira nayma putri
BalasHapuskelas : 7a
jawaban :
Tema: Pentingnya menjaga kesehatan dan bahaya jajan sembarangan.
Tokoh:Raka: Tokoh utama yang suka jajan sembarangan namun akhirnya berubah.Guru: Tokoh pendukung yang menasihati Raka di sekolah.Dokter: Tokoh pendukung yang mengobati dan menasihati Raka di puskesmas.Ibu: Tokoh pendukung yang menyiapkan bekal sehat untuk Raka.Andi: Teman dekat Raka yang memuji bekal buatan ibunya.
Alur: Alur maju, karena cerita bergerak runtut dari kebiasaan buruk, jatuh sakit, hingga Raka berubah menjadi lebih baik.
Latar:Tempat: Depan sekolah, dalam kelas, puskesmas, dan rumah.Waktu: Setiap hari, suatu pagi, keesokan harinya, dan jam istirahat.
Suasana: Khawatir (saat Raka sakit) dan bahagia/bangga (di akhir cerita).
Amanat: Jangan jajan sembarangan yang tidak bersih karena bisa memicu penyakit, serta biasakan membawa bekal sehat dari rumah demi menjaga kesehatan tubuh.Sudut Pandang: Orang ketiga serbatahu, karena penulis menggunakan nama tokoh ("Raka") dan mengetahui perasaan atau pikiran tokoh di dalam cerita.
sudut pandang : orang ketiga
nama: fadhilah maulidha azzahra
BalasHapuskelas: 7A
Tema: Kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki.
Tokoh: Raka, Guru,Andi,dokter,dan teman-temannya.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, puskesmas, toilet.
Amanat: makanlah makanan yang sehat dan bersih, dan jangan jajan sembarangan.
Sudut pandang: orang ketiga.
Nama : Rafif Fakhri Ramadhan
BalasHapusKelas : 7A
Jawaban:
Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.
Latar:
Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.
Waktu: pagi hari dan setiap hari.
Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.
Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.
Daffa gagah prayudha
BalasHapusKelas 7b
Tema: Pentingnya menjaga kesehatan dan bahaya jajan sembarangan.
Tokoh:Raka: Tokoh utama yang suka jajan sembarangan namun akhirnya berubah.Guru: Tokoh pendukung yang menasihati Raka di sekolah.Dokter: Tokoh pendukung yang mengobati dan menasihati Raka di puskesmas.Ibu: Tokoh pendukung yang menyiapkan bekal sehat untuk Raka.Andi: Teman dekat Raka yang memuji bekal buatan ibunya.
Alur: Alur maju, karena cerita bergerak runtut dari kebiasaan buruk, jatuh sakit, hingga Raka berubah menjadi lebih baik.
Latar:Tempat: Depan sekolah, dalam kelas, puskesmas, dan rumah.Waktu: Setiap hari, suatu pagi, keesokan harinya, dan jam istirahat.
Suasana: Khawatir (saat Raka sakit) dan bahagia/bangga (di akhir cerita).
Amanat: Jangan jajan sembarangan yang tidak bersih karena bisa memicu penyakit, serta biasakan membawa bekal sehat dari rumah demi menjaga kesehatan tubuh.Sudut Pandang: Orang ketiga serbatahu, karena penulis menggunakan nama tokoh ("Raka") dan mengetahui perasaan atau pikiran tokoh di dalam cerita.
sudut pandang : orang ketiga
Arkalifi shaka filandri
BalasHapusKelas 7b
Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.
Latar:
Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.
Waktu: pagi hari dan setiap hari.
Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.
Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.
Nama: 7A
BalasHapusKELAS: MICHAEL RADITYA ADI CHANDRA
Jawaban:
Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.
Latar:
Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.
Waktu: pagi hari dan setiap hari.
Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.
Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.
PUTRI MAHARANI RISKI
BalasHapusKELAS 7A
TEMA: kebiasaan buruk yg harus di ubah
TOKOH: raka,guru,andi,dokter,dan teman temannya
ALUR: alur maju
LATAR: sekolah, rumah,puskesmas,toilet
AMANAT: jangan jajan sembarangan dan makan lah makanan bergizi seperti sayur buah dan lainnya
SUDUT PANDANG: orang ketiga
Nama: Adinda Charistawidya Mardani
BalasHapusKelas: 7B
Jawaban:
Tema: Kesehatan / Dampak jajan sembarangan
Tokoh:
Raka (tokoh utama)
Ibu
Guru
Dokter
Andi (teman Raka)
Alur: Maju
Latar:
Tempat: Depan sekolah, toilet sekolah, rumah, puskesmas, ruang kelas
Waktu: Pagi hari, saat pelajaran, jam istirahat, besoknya
Suasana: Cemas, menyesal, membaik/bahagia
Amanat: Jangan suka jajan sembarangan dan rajinlah membawa bekal sehat dari rumah agar tidak sakit perut.
Sudut Pandang: Sudut pandang orang ketiga (pengamat/serba tahu)
Nama : bintang
BalasHapusKelas : 7B
Jawaban :
Tema : kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan
Tokoh : Raka, guru, ibu, dokter, dan Andi
Alur : Maju
Latar : Puskesmas, dan rumah
Amanat : jangan makan makanan sembarangan, jagalah kesehatan
Sudut pandang : orang ketiga
Azka Aqila pranaja wijaya
BalasHapusKelas 7A
Jawab:
Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.
Latar:
Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.
Waktu: pagi hari dan setiap hari.
Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.
Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.
Nama: Afiqah Najla Azzahra
BalasHapusKelas:7B
Jawaban :
Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
Sudut Pandang: Orang ketiga.
Elisya Nindya Zhafira 7B
BalasHapusTema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
Sudut Pandang: Orang ketiga.
Nama:M.Eka chandra
BalasHapuskelas:Vll B
Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
alur: maju
latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
sudut pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.
Nama Dima ramadhan agustono
BalasHapusKelas 7a
Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
Sudut Pandang: Orang ketiga.
Nama : Kalila Putri Kamea
BalasHapusKelas : 7B
Jawaban:
Tema: Kebiasaan buruk dan menjaga kesehatan
Tokoh: Raka, Ibu Raka, Guru, Dokter, dan Jujun
Alur: Alur maju
Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas
Amanat: Kita harus menjaga kesehatan dengan menghindari makanan yang tidak bersih dan membiasakan hidup sehat.
Sudut Pandang: Orang ketiga
nama:muhammad fardhan ilham dianto
BalasHapuskelas:7b
Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
Sudut Pandang: Orang ketiga.
Nama: mikeyla putri davi
BalasHapusKelas: 7A
Jawaban:
Tema: akibat dari kebiasaan jajan sembarangan
Tokoh: raka, guru, dokter, ibu raka, andi
Alus: alur maju
Latar: sekolah, toilet, rumah, puskesmas
Amanat: jagalah kesehatan dengan tidak jajan sembarangan, serta jangan malu membawa bekal sehat dari rumah karena membawa dampak baik bagi diri sendiri dan orang lain
Sudut pandang: sudut pandang orang ke tiga
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Ainayya Kaysha P.
BalasHapusKelas : VII A⭐️
Jawaban :
📖 Tema: Kebiasaan buruk membeli jajanan sembarangan dan pentingnya menjaga kesehatan. 🍎🍱
👦 Tokoh: Raka, guru, ibu Raka, dokter, dan teman-teman Raka. 👩🏫👩👦🧑⚕️
➡️ Alur: Alur maju, karena cerita berjalan dari kebiasaan buruk Raka, kemudian sakit, hingga akhirnya berubah menjadi lebih sehat. 🌱✨
🏫 Latar: Di sekolah, rumah, dan puskesmas; waktu pagi dan setiap hari. 🏠🏥
💡 Amanat: Kita harus menjaga kesehatan dengan tidak jajan sembarangan dan membiasakan membawa bekal dari rumah. 🍎🥗
👀 Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka”. 📚✨
Nama : Arkananta Azka Prasaja
BalasHapusKelas : VII A
Tema : kesehatan/dampak jajan sembarangan
Tokoh : Raka, guru, dokter, ibu Raka, dan Andi
Alur : maju, bermula dari Raka yang suka jajan sembarangan kemudian jatuh sakit. Dan pada akhirnya Raka sadar dan mengubah kebiasaannya
Latar : tempat= depan sekolah, kelas/toilet sekolah, puskesmas, dan rumah
Waktu= pagi hari, setiap hari, dan jam istirahat
Suasana= tegang/khawatir, menyenangkan dan harmonis
Amanat : jangan suka jajan sembarangan karena bisa menimbulkan penyakit. Dan biasakan membawa bekal yang sehat dan bersih dari rumah
Sudut pandang : sudut pandang orang ketiga karena memakai nama tokoh Raka dan kata ganti ia/nya
Nama: Alvin alea putra
BalasHapusKelas:7A
Jawaban:
Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.
Latar:
Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.
Waktu: pagi hari dan setiap hari.
Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.
Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.
Nama:Darra Az-zahra Putri Yuliyandi
BalasHapusKelas:7B
Jawaban
Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
Sudut Pandang: Orang ketiga.
Nama: kholifa Nawang Jezilo
BalasHapuskelas 7B
hadir
Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, membawa bekal makanan sehat dri rumah, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
Sudut Pandang: Orang ketiga.
nama: Nayla Asyifa
BalasHapuskelas 7b
hadir
Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
alur: maju
latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
sudut pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.
Nama : Syabila Oktarina Adi
BalasHapusKelas : 7A
Tema : kesehatan/dampak jajan sembarangan
Tokoh : Raka, guru, dokter, ibu Raka, dan Andi
Alur : maju, bermula dari Raka yang suka jajan sembarangan kemudian jatuh sakit. Dan pada akhirnya Raka sadar dan mengubah kebiasaannya
Latar : tempat= depan sekolah, kelas/toilet sekolah, puskesmas, dan rumah
Waktu= pagi hari, setiap hari, dan jam istirahat
Suasana= tegang/khawatir, menyenangkan dan harmonis
Amanat : jangan suka jajan sembarangan karena bisa menimbulkan penyakit. Dan biasakan membawa bekal yang sehat dan bersih dari rumah
Sudut pandang : sudut pandang orang ketiga karena memakai nama tokoh Raka dan kata ganti ia/nya
nama: cinta najwa k
BalasHapuskelas:7b
hadir
Tema: Pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan makanan.
Tokoh:
Raka (tokoh utama)
Guru
Dokter
Ibu Raka
Andi (teman Raka)
Alur: Maju (cerita dimulai dari kebiasaan buruk Raka, terkena diare, hingga akhirnya ia sadar dan berubah membawa bekal sendiri).
Latar:
Latar Tempat: Depan sekolah, toilet sekolah, puskesmas, dan rumah Raka.
Latar Waktu: Setiap hari, suatu pagi, besoknya, dan sejak saat itu.
Latar Suasana: Khawatir/cemas (saat Raka sakit perut parah) dan menyenangkan/sehat (di akhir cerita saat Raka membawa bekal).
Amanat: Jangan jajan sembarangan karena makanan yang tidak bersih dapat menyebabkan sakit. Lebih baik membawa bekal sehat dari rumah.
Sudut Pandang: Orang ketiga (pengamat), karena penulis menggunakan nama tokoh "Raka" dan kata ganti "ia/nya".
Nama : Faris Akmal Hidayat
BalasHapusKelas : 7A
Jawaban:
Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.
Latar:
Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.
Waktu: pagi hari dan setiap hari.
Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.
Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.
NAMA:DINDA P.Y
BalasHapusKELAS:7A
JAWABAN!
Tema:Pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan makanan.
Tokoh:Raka (tokoh utama), Guru, Dokter, Ibu Raka, dan Andi (teman Raka).
Alur:Maju. Cerita dimulai dari kebiasaan buruk Raka, akibat yang diterimanya (sakit perut), hingga perubahan sikapnya menjadi lebih baik.
Latar:
Latar Tempat: Depan sekolah, toilet sekolah, puskesmas, dan rumah Raka.Latar Waktu: Setiap hari, suatu pagi, besoknya, dan sejak saat itu.Latar Suasana: Khawatir (saat sakit) dan menyenangkan/positif (di akhir cerita).
Amanat:Jangan jajan sembarangan karena makanan yang tidak bersih bisa membuat sakit. Lebih baik membawa bekal sendiri dari rumah karena lebih sehat dan higienis.
Sudut Pandang:Pesona ketiga (orang ketiga di luar cerita). Penulis memosisikan diri sebagai pengamat yang menceritakan tokoh Raka dan tokoh lainnya menggunakan nama orang
Nama:Atika Bilqis Aziza
BalasHapusKelas:VII B (tujuh)
*Tema : kebiasaan buruk yang *berdampak pada kesehatan
*Tokoh : Raka, guru, ibu, dokter, dan Andi
*Alur : Maju
*Latar : Puskesmas, dan rumah
*Amanat : jangan makan makanan sembarangan, jagalah kesehatan
*Sudut pandang : orang ketiga
nama : AZALIA FINDY NINGRUM
BalasHapuskelas : 7A
Tema: Kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki.
Tokoh: Raka, Guru,Andi,dokter,dan teman-temannya.
Alur: Alur maju.
Latar: Sekolah, rumah, puskesmas, toilet.
Amanat: makanlah makanan yang sehat dan bersih, dan jangan jajan sembarangan.
Sudut pandang: orang ketiga.
Shenta Cahya Anggraini
BalasHapus7A
Tema:Kebiasaan buruk yang perlu dihindari
Tokoh:Raka,ibu Raka,guru,dokter
Alur:Alur maju
Later:Sekolah,rumah,toilet,puskesmas
Amanat:Makanlah makanan yang sehat dan tidak jajan sembarangan agar tidak mudah sakit
Sudut pandang:Orang ketiga
Nama: luthfia Zahra Sandita
BalasHapusKelas :7B
Tema:Kebiasaan buruk yang perlu di perbaiki.
Tokoh: Raka, guru, Andi, Dokter, dan teman-teman
Alur: Alur Maju
Layar: Sekolah, rumah, Puskesmas, toilet.
Amanat: jagalah kesehatan, dan jangn makan makanan yang tidak sehat
Sudut pandang: Orang ketiga
Nama: Syelvyfanesa Shonia Putry
BalasHapusKelas:7A
Jawaban:
Tema:Pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan makanan.
Tokoh:Raka (tokoh utama), Guru, Dokter, Ibu Raka, dan Andi (teman Raka).
Alur:Maju. Cerita dimulai dari kebiasaan buruk Raka, akibat yang diterimanya (sakit perut), hingga perubahan sikapnya menjadi lebih baik.
Latar:
Latar Tempat: Depan sekolah, toilet sekolah, puskesmas, dan rumah Raka.Latar Waktu: Setiap hari, suatu pagi, besoknya, dan sejak saat itu.Latar Suasana: Khawatir (saat sakit) dan menyenangkan/positif (di akhir cerita).
Amanat:Jangan jajan sembarangan karena makanan yang tidak bersih bisa membuat sakit. Lebih baik membawa bekal sendiri dari rumah karena lebih sehat dan higienis.
Sudut Pandang:Pesona ketiga (orang ketiga di luar cerita). Penulis memosisikan diri sebagai pengamat yang menceritakan tokoh Raka dan tokoh lainnya menggunakan nama orang.
Nama: florin almeera chantika
BalasHapusKelas:7.b
Jawaban:
Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.
Latar:
Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.
Waktu: pagi hari dan setiap hari.
Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.
Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.
Nama: aisyah afiqah vernandes Kelas: 7c
BalasHapusJawaban :
Tema: kebiasaan makan sembarangan yang buruk, lalu berubah menjadi hidup lebih sehat dan memberi contoh lebih baik.
Tokoh: • Utama: raka
• Pendukung: Guru, ibu raka, dokter, andi, dan temen sekelas.
Alur: maju -> raka jajan sembarangan-> sakit -> sadar -> bawa bekal -> sehat &jadi contoh.
Latar: sekolah, puskesmas, rumah.
waktu: beberapa hari/ minggu
Suasana: awal santai, lalu khawatir, akhirnya senang dan membaik.
Amanat: jangan makan sembarangan, makanlah yang sehat agar tubuh kuat.
sudut pandang: orang ketiga ( penulis menceritakan raka, pakai kata: ia, raka, dia)
Terimakasih mis🙏