Mengidentifikasi Unsur Teks Cerita Fantasi

 IDENTITAS

NAMA GURU              :  TRI ESTI RIANTI, S.Pd.

MATA PELAJARAN  : BAHASA INDONESIA 

HARI/TANGGAL       : RABU/9 SEPTEMBER 2026

FASE/KELAS.             : FASE D/ VIIA DAN VIIB

JUDUL MATERI         : MENGINDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK PADA TEKS CERITA FANTASI

PERTEMUAN KE       : 4

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu mengekspresikan gagasan kreatif dan imajinatif secara indah dalam bentuk prosa fiksi. 

TUJUAN PEMBELAJARAN: 

Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur pembangun prosa fiksi (tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang) serta penggunaan majas atau pilihan kata (diksi) yang estetis dalam karya sastra.

1. Prinsip Mindful (Kesadaran & Kritis)

  • Peserta didik dapat menyadari dan menelaah keterkaitan antarunsur pembangun prosa fiksi (tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang) serta menganalisis alasan penggunaan pilihan kata (diksi) tertentu dalam sebuah karya sastra melalui proses refleksi mandiri.

2. Prinsip Meaningful (Bermakna & Relevan)

  • Peserta didik dapat mengaitkan konsep sastra yang dipelajari dengan pengalaman nyata, kehidupan sehari-hari, serta relevansinya dalam membangun komunikasi yang ekspresif.
3. Prinsip Joyful (Menyenangkan & Estetik)
  • Peserta didik dapat menikmati proses eksplorasi sastra melalui suasana kelas yang positif, kolaboratif, dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN : 

Tahap 1: Eksplorasi dan Kesadaran 
Peserta didik  menyadari dan mengenali keberadaan unsur-unsur pembangun prosa fiksi (tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang) melalui kegiatan bedah teks terbimbing.

Tahap 2: Kontekstualisasi dan Pemaknaan
Peserta didik  menghubungkan fungsi unsur pembangun cerita dengan pengalaman hidup nyata, sehingga memahami pesan mendalam yang ingin disampaikan oleh penulis.

Tahap 3: Eksplorasi Estetika dan Kegembiraan 
Peserta didik  mengeksplorasi dan mengapresiasi penggunaan majas serta pilihan kata yang estetis dalam prosa fiksi dengan antusias dan gembira.

Tahap 4: Sintesis dan Refleksi Akhir 
Peserta didik  menelaah dan menyimpulkan keterpaduan unsur pembangun serta keindahan diksi secara komprehensif serta merefleksikan proses berpikir mereka selama belajar.

MATERI PEMBELAJARAN:

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Allah adalah Al-Khaliq yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada dengan bentuk yang luar biasa. Penulis cerita fantasi juga "menciptakan" dunia baru, tokoh magis, latar tempat, dan aturan alam semesta rekaan (world-building) yang belum pernah ada sebelumnya.

2. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita

Al-Malik mencerminkan pengaturan, kedaulatan, dan hukum yang tertib. Di dalam cerita fantasi yang bebas dan imajinatif, tetap ada "hukum" atau aturan struktur narasi yang harus dipatuhi agar cerita tidak kacau.

3. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Rezeki dari Ar-Razzaq meliputi segala bentuk kebaikan, termasuk ide kreatif, hikmah, dan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.


6 Unsur Cerita Fantasi 

(Intrinsik & Ekstrinsik) 


Sumber: YouTube https://share.google/CMQnNslf5ynz44r46

(Video Pembelajaran ini menjelaskan materi Pembelajaran di pertemuan kali ini yaitu tentang Mengidentifikasi Unsur Teks Fantasi, untuk Uraian materi bisa disimak di Video Pembelajaran ini)

Memahami unsur cerita fantasi dapat menjadi cara baru untuk menikmati kisah imajinatif yang penuh kejutan. Dunia dalam narasi tersebut dihadirkan dengan cara tidak hanya unik, tapi juga mampu membawa pembaca keluar dari realitas sehari-hari yang membosankan.

Salah satu jenis karya fiksi ini dibuat dengan kreativitas tinggi untuk menghibur dan mengembangkan imajinasi pembacanya. Namun, sebenarnya apa itu cerita fantasi? Artikel berikut ini akan mengulas lebih dalam mengenai pengertian, ciri-ciri, hingga unsur-unsur kisah imajinatif tersebut. Yuk, simak!


Pengertian Cerita Fantasi

Cerita fantasi adalah karya naratif yang menghadirkan kisah dari berbagai peristiwa, pengalaman, atau tindakan hasil imajinasi penulis. Kisah yang disajikan ini biasanya berasal dari khayalan atau rekaan, sehingga tidak benar-benar terjadi di dunia nyata.

Tujuan penulisannya sendiri tidak hanya untuk menghibur, tapi juga merangsang daya imajinasi pembaca agar lebih luas dan kreatif. Struktur cerita fantasi juga terdiri dari beberapa komponen, mulai dari orientasi atau pengenalan, komplikasi atau pemunculan konflik, dan resolusi atau penyelesaian masalah.


Secara umum, jenis cerita fantasi terbagi menjadi dua kategori, yakni fantasi total dan irisan. Fantasi total berarti cerita sepenuhnya menghadirkan dunia, tokoh, dan peristiwa yang berbeda dari realitas, sedangkan irisan masih menggabungkan unsur nyata dengan imajinasi, misalnya kehidupan sehari-hari yang disisipi kejadian ajaib.


Ciri-ciri Teks Cerita Fantasi

Jenis narasi ini mudah dibedakan dengan bentuk lain karena memiliki sejumlah karakteristik khas. Ada pun ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

Adanya keajaiban, misteri, dan keanehan: Kisah ini menampilkan hal-hal di luar nalar seperti kekuatan supranatural, makhluk imajinatif, serta peristiwa tak logis hasil kreativitas penulis.

Ide cerita bebas: Gagasan yang digunakan tidak terikat realitas sehingga memungkinkan eksplorasi tema unik mulai dari dunia sihir hingga konsep futuristik.

Latar melintasi ruang dan waktu: Setting dapat berpindah-pindah secara fleksibel, bahkan menggabungkan dimensi berbeda untuk menciptakan pengalaman imajinatif.

Tokoh yang unik: Karakter yang dihadirkan biasanya memiliki kemampuan atau sifat tidak biasa, seperti kekuatan khusus atau latar belakang yang tidak ditemukan di kehidupan nyata.

Bersifat fiktif: Seluruh kisah dalam teks cerita fantasi merupakan hasil rekaan, meskipun terkadang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari agar terasa lebih dekat.

Penggunaan bahasa ekspresif: Gaya bahasa yang dipakai cenderung hidup dan variatif untuk memperkuat suasana serta emosi dalam alur.

Unsur Cerita Fantasi

Unsur Intrinsik Cerita Fantasi

Unsur intrinsik adalah elemen pembangun dari dalam karya itu sendiri. Bagian ini menjadi elemen kunci yang menentukan bagaimana alur dan isi kisah akan berkembang.

Adapun unsur intrinsik cerita fantasi adalah sebagai berikut.

1. Tema

Merupakan gagasan utama yang menjadi dasar pengembangan keseluruhan alur. Dalam kisah fantasi, pemilihan ide sangat menentukan arah dan keunikan dunia yang dibangun.

2. Alur

Alur cerita adalah rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dan membentuk jalan cerita. Meskipun bersifat imajinatif, susunan peristiwanya tetap harus runtut agar mudah dipahami.

3. Tokoh

Ini adalah unsur pelaku yang menjalankan peristiwa dalam kisah. Pada genre ini, karakter biasanya hadir dengan kemampuan atau bentuk yang tidak biasa sehingga terasa lebih menarik.

4. Latar

Latar merupakan tempat, waktu, dan suasana yang melingkupi jalannya cerita. Penggambaran latar harus kuat agar dunia imajinatif terasa lebih hidup dan meyakinkan.

5. Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan posisi penulis dalam menyampaikan kisah, baik melalui orang pertama, kedua, maupun ketiga. Pemilihan perspektif ini memengaruhi cara pembaca memahami alur.

6. Amanat

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis melalui kisah dan penokohan teks fantasi. Nilai ini biasanya bersifat positif dan dapat dipetik sebagai pelajaran oleh pembaca.


Unsur Ekstrinsik Cerita Fantasi

Selain elemen dalam cerita, ada juga faktor luar yang turut memengaruhi terbentuknya sebuah karya. Komponen ini berkaitan dengan latar belakang penulis maupun kondisi di sekitarnya saat membuat sebuah narasi. Berikut beberapa unsur ekstrinsiknya.

1. Latar Belakang Pembuatan Karya

Waktu dan kondisi saat karya dibuat dapat memengaruhi isi serta tema yang diangkat. Faktor ini sering berkaitan dengan situasi sosial atau peristiwa tertentu pada masa tersebut.

2. Latar Belakang Penulis

Pengalaman, pandangan hidup, serta motivasi penulis memiliki peran penting dalam membentuk alur dan karakter. Hal ini membuat setiap karya memiliki ciri khas tersendiri.

3. Nilai-nilai dalam Cerita

Nilai sosial, budaya, ekonomi, maupun moral sering terselip dalam alur sebagai pesan tersirat. Kehadiran nilai ini membuat kisah tidak hanya menghibur, tetapi juga bermakna.

4. Kondisi Sosial Budaya

Lingkungan sosial dan budaya tempat penulis berada turut memengaruhi cara penggambaran karakter dan alur. Hal ini dapat terlihat dari kebiasaan, konflik, hingga latar yang digunakan.

5. Keadaan Psikologis Penulis

Unsur teks fantasi selanjutnya adalah keadaan psikologis penulis. Kondisi emosional dan psikologis penulis kerap berpengaruh terhadap proses kreatif. Karena itu, perasaan dan pengalaman pribadi sering kali tercermin dalam suasana maupun konflik yang dihadirkan.


Contoh Teks Cerita Fantasi
Supaya kamu lebih paham dengan teks cerita fantasi, coba perhatikan contoh di bawah ini, ya!

Timun Mas

Alkisah, ada seorang janda yang tidak mempunyai anak bernama Mbok Srini. Saat pergi ke hutan, ia didatangi raksasa yang memberinya biji timun. Raksasa tersebut mengatakan kalau ia akan mempunyai anak lewat biji timun tersebut.

Mbok Srini pulang dan menanam biji timun itu. Setelah beberapa waktu, tanaman timunnya hanya berbuah satu, warnanya emas. Ia membelah buah tersebut dan kaget karena isinya bayi perempuan. Anak itu diberi nama Timun Mas.

Singkat cerita, Timun Mas sudah dewasa. Suatu malam, Mbok Srini bermimpi didatangi raksasa. Raksasa tersebut akan menjemput Timun Mas seminggu lagi. Mbok Srini takut, lalu menemui petapa sakti. Petapa itu memberikan empat bungkusan kecil, berisi biji timun, jarum, garam, dan terasi.

Pada hari yang ditentukan, Mbok Srini meminta Timun Mas pergi. Raksasa pun mengejarnya. Timun Mas membuka bungkusan pertama, seketika sekelilingnya menjadi ladang timun dan menghambat sang Raksasa. Begitu akan tertangkap lagi, Timun Mas membuka bungkusan kedua. Dalam sekejap, sekelilingnya menjadi rerimbunan pohon bambu yang runcing. Raksasa terus mengejar meski terluka. Timun Mas membuka bungkusan ketiga. Daerah sekitarnya menjadi lautan luas. Namun, raksasa itu bisa melewatinya. Dengan ketakutan, Timun Mas melempar bungkusan terakhir. Sekelilingnya berubah menjadi lautan lumpur yang mendidih. Raksasa pun tercebur dan tewas.

Selamatlah Timun Mas. Ia menemui ibunya dan mereka hidup bahagia.

Sumber cerita: dongengceritarakyat.com

Media Pembelajaran dan Alat Peraga yang digunakan Pada Materi Mengidentifikasi Unsur Teks Cerita Fantasi adalah Video Pembelajaran, Handphone, Laptop, Contoh Teks Cerita Fantasi, dan LKPD 


ASESMEN :

Kerjakan LKPD dibawah ini di Kolom Komentar Blogger! Dengan menuliskan jawaban dari menentukan Unsur Intrinsik dari Teks Cerita Fantasi yang berjudul Kebiasaan Buruk Raka tersebut!

KESIMPULAN MATERI:

Teks cerita fantasi adalah salah satu jenis teks narasi yang alur ceritanya dikembangkan berdasarkan daya khayal, imajinasi, atau fantasi penulis secara murni, di mana hal-hal yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata menjadi mungkin terjadi.Secara umum, unsur-unsur teks fantasi dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu Unsur Intrinsik (unsur yang membangun cerita dari dalam) dan Karakteristik Unsur Unik yang membedakannya dari jenis teks narasi lainnya.


Komentar

  1. Nama: Fayola Alwafa Dermawan
    Kelas:7B
    Jawaban:
    Tema:Pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan makanan.
    Tokoh:Raka (tokoh utama), Guru, Dokter, Ibu Raka, dan Andi (teman Raka).
    Alur:Maju. Cerita dimulai dari kebiasaan buruk Raka, akibat yang diterimanya (sakit perut), hingga perubahan sikapnya menjadi lebih baik.
    Latar:
    Latar Tempat: Depan sekolah, toilet sekolah, puskesmas, dan rumah Raka.Latar Waktu: Setiap hari, suatu pagi, besoknya, dan sejak saat itu.Latar Suasana: Khawatir (saat sakit) dan menyenangkan/positif (di akhir cerita).
    Amanat:Jangan jajan sembarangan karena makanan yang tidak bersih bisa membuat sakit. Lebih baik membawa bekal sendiri dari rumah karena lebih sehat dan higienis.
    Sudut Pandang:Pesona ketiga (orang ketiga di luar cerita). Penulis memosisikan diri sebagai pengamat yang menceritakan tokoh Raka dan tokoh lainnya menggunakan nama orang.

    BalasHapus
  2. Nama : Jovita Aprilia Salsabila
    Kelas : VII B
    Jawaban :

    Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
    Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
    Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
    Sudut Pandang: Orang ketiga.

    BalasHapus
  3. Nama: M.Bilfaqih Raja Akbar
    Kelas:7A
    Jawaban:
    Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
    Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.

    Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.

    Latar:
    Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.

    Waktu: pagi hari dan setiap hari.
    Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.

    Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.

    Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.

    BalasHapus
  4. Nama : Qori Janitra Yasmin
    Kelas : 7A

    - Tema : Pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh
    - Tokoh : Raka, Guru, Dokter, Ibu, Andi
    - Alur : Alur Maju
    - Latar : Latar tempat (Depan sekolah, toilet, puskesmas, rumah Raka), Latar Waktu (Setiap hari, Pagi hari), Latar suasana (menyenangkan, mengkhawatirkan, bahagia)
    - Amanat : Menjaga kesehatan tubuh dengan makan makanan yg bersih dan bergizi adalah hal yang penting
    - Sudut Pandang : Penulis sebagai orang ketiga yang menceritakan tokoh utama dan tokoh lainnya.

    BalasHapus
  5. Kiandra Azzalea 🌟
    kelas 7a
    Jawaban=
    Tema: Kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki.
    Tokoh: Raka, Guru,Andi,dokter,dan teman-temannya.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, puskesmas, toilet.
    Amanat: makanlah makanan yang sehat dan bersih, dan jangan jajan sembarangan.
    Sudut pandang: orang ketiga.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Nama : Aufar Zahran Anwar
    Kelas : VII.A
    Tema : kesehatan/dampak jajan sembarangan
    Tokoh : Raka, guru, dokter, ibu Raka, dan Andi
    Alur : maju, bermula dari Raka yang suka jajan sembarangan kemudian jatuh sakit. Dan pada akhirnya Raka sadar dan mengubah kebiasaannya
    Latar : tempat= depan sekolah, kelas/toilet sekolah, puskesmas, dan rumah
    Waktu= pagi hari, setiap hari, dan jam istirahat
    Suasana= tegang/khawatir, menyenangkan dan harmonis
    Amanat : jangan suka jajan sembarangan karena bisa menimbulkan penyakit. Dan biasakan membawa bekal yang sehat dan bersih dari rumah
    Sudut pandang : sudut pandang orang ketiga karena memakai nama tokoh Raka dan kata ganti ia/nya

    BalasHapus
  8. Nama: Billy Arya Pratama
    Kelas:7A
    Jawabannya:
    Tema: Kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki.
    Tokoh: Raka, Guru,Andi,dokter,dan teman-temannya.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, puskesmas, toilet.
    Amanat: makanlah makanan yang sehat dan bersih, dan jangan jajan sembarangan.
    Sudut pandang: orang ketiga.

    BalasHapus
  9. nama : syafira nayma putri
    kelas : 7a
    jawaban :
    Tema: Pentingnya menjaga kesehatan dan bahaya jajan sembarangan.
    Tokoh:Raka: Tokoh utama yang suka jajan sembarangan namun akhirnya berubah.Guru: Tokoh pendukung yang menasihati Raka di sekolah.Dokter: Tokoh pendukung yang mengobati dan menasihati Raka di puskesmas.Ibu: Tokoh pendukung yang menyiapkan bekal sehat untuk Raka.Andi: Teman dekat Raka yang memuji bekal buatan ibunya.
    Alur: Alur maju, karena cerita bergerak runtut dari kebiasaan buruk, jatuh sakit, hingga Raka berubah menjadi lebih baik.
    Latar:Tempat: Depan sekolah, dalam kelas, puskesmas, dan rumah.Waktu: Setiap hari, suatu pagi, keesokan harinya, dan jam istirahat.
    Suasana: Khawatir (saat Raka sakit) dan bahagia/bangga (di akhir cerita).
    Amanat: Jangan jajan sembarangan yang tidak bersih karena bisa memicu penyakit, serta biasakan membawa bekal sehat dari rumah demi menjaga kesehatan tubuh.Sudut Pandang: Orang ketiga serbatahu, karena penulis menggunakan nama tokoh ("Raka") dan mengetahui perasaan atau pikiran tokoh di dalam cerita.
    sudut pandang : orang ketiga

    BalasHapus
  10. nama: fadhilah maulidha azzahra
    kelas: 7A
    Tema: Kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki.
    Tokoh: Raka, Guru,Andi,dokter,dan teman-temannya.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, puskesmas, toilet.
    Amanat: makanlah makanan yang sehat dan bersih, dan jangan jajan sembarangan.
    Sudut pandang: orang ketiga.

    BalasHapus
  11. Nama : Rafif Fakhri Ramadhan
    Kelas : 7A
    Jawaban:
    Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
    Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.

    Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.

    Latar:
    Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.

    Waktu: pagi hari dan setiap hari.
    Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.

    Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.

    Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.

    BalasHapus
  12. Daffa gagah prayudha
    Kelas 7b
    Tema: Pentingnya menjaga kesehatan dan bahaya jajan sembarangan.
    Tokoh:Raka: Tokoh utama yang suka jajan sembarangan namun akhirnya berubah.Guru: Tokoh pendukung yang menasihati Raka di sekolah.Dokter: Tokoh pendukung yang mengobati dan menasihati Raka di puskesmas.Ibu: Tokoh pendukung yang menyiapkan bekal sehat untuk Raka.Andi: Teman dekat Raka yang memuji bekal buatan ibunya.
    Alur: Alur maju, karena cerita bergerak runtut dari kebiasaan buruk, jatuh sakit, hingga Raka berubah menjadi lebih baik.
    Latar:Tempat: Depan sekolah, dalam kelas, puskesmas, dan rumah.Waktu: Setiap hari, suatu pagi, keesokan harinya, dan jam istirahat.
    Suasana: Khawatir (saat Raka sakit) dan bahagia/bangga (di akhir cerita).
    Amanat: Jangan jajan sembarangan yang tidak bersih karena bisa memicu penyakit, serta biasakan membawa bekal sehat dari rumah demi menjaga kesehatan tubuh.Sudut Pandang: Orang ketiga serbatahu, karena penulis menggunakan nama tokoh ("Raka") dan mengetahui perasaan atau pikiran tokoh di dalam cerita.
    sudut pandang : orang ketiga

    BalasHapus
  13. Arkalifi shaka filandri
    Kelas 7b
    Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
    Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.

    Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.

    Latar:
    Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.

    Waktu: pagi hari dan setiap hari.
    Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.

    Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.

    Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.

    BalasHapus
  14. Nama: 7A
    KELAS: MICHAEL RADITYA ADI CHANDRA
    Jawaban:
    Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
    Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.

    Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.

    Latar:
    Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.

    Waktu: pagi hari dan setiap hari.
    Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.

    Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.

    Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.

    BalasHapus
  15. PUTRI MAHARANI RISKI
    KELAS 7A
    TEMA: kebiasaan buruk yg harus di ubah
    TOKOH: raka,guru,andi,dokter,dan teman temannya
    ALUR: alur maju
    LATAR: sekolah, rumah,puskesmas,toilet
    AMANAT: jangan jajan sembarangan dan makan lah makanan bergizi seperti sayur buah dan lainnya
    SUDUT PANDANG: orang ketiga

    BalasHapus
  16. Nama: Adinda Charistawidya Mardani
    Kelas: 7B

    Jawaban:

    Tema: Kesehatan / Dampak jajan sembarangan

    ​Tokoh:
    ​Raka (tokoh utama)
    ​Ibu
    ​Guru
    ​Dokter
    ​Andi (teman Raka)
    ​Alur: Maju

    ​Latar:
    ​Tempat: Depan sekolah, toilet sekolah, rumah, puskesmas, ruang kelas

    ​Waktu: Pagi hari, saat pelajaran, jam istirahat, besoknya

    ​Suasana: Cemas, menyesal, membaik/bahagia

    ​Amanat: Jangan suka jajan sembarangan dan rajinlah membawa bekal sehat dari rumah agar tidak sakit perut.

    ​Sudut Pandang: Sudut pandang orang ketiga (pengamat/serba tahu)

    BalasHapus
  17. Nama : bintang
    Kelas : 7B
    Jawaban :
    Tema : kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan
    Tokoh : Raka, guru, ibu, dokter, dan Andi
    Alur : Maju
    Latar : Puskesmas, dan rumah
    Amanat : jangan makan makanan sembarangan, jagalah kesehatan
    Sudut pandang : orang ketiga

    BalasHapus
  18. Azka Aqila pranaja wijaya
    Kelas 7A
    Jawab:
    Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
    Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.

    Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.

    Latar:
    Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.

    Waktu: pagi hari dan setiap hari.
    Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.

    Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.

    Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.

    BalasHapus
  19. Nama: Afiqah Najla Azzahra
    Kelas:7B

    Jawaban :

    Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
    Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
    Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
    Sudut Pandang: Orang ketiga.

    BalasHapus
  20. Elisya Nindya Zhafira 7B
    Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
    Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
    Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
    Sudut Pandang: Orang ketiga.

    BalasHapus
  21. Nama:M.Eka chandra
    kelas:Vll B
    Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
    tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
    alur: maju
    latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
    amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
    sudut pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.

    BalasHapus
  22. Nama Dima ramadhan agustono
    Kelas 7a
    Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
    Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
    Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
    Sudut Pandang: Orang ketiga.

    BalasHapus
  23. Nama : Kalila Putri Kamea
    Kelas : 7B
    Jawaban:
    Tema: Kebiasaan buruk dan menjaga kesehatan
    Tokoh: Raka, Ibu Raka, Guru, Dokter, dan Jujun
    Alur: Alur maju
    Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas
    Amanat: Kita harus menjaga kesehatan dengan menghindari makanan yang tidak bersih dan membiasakan hidup sehat.
    Sudut Pandang: Orang ketiga

    BalasHapus
  24. nama:muhammad fardhan ilham dianto
    kelas:7b
    Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
    Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
    Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
    Sudut Pandang: Orang ketiga.

    BalasHapus
  25. Nama: mikeyla putri davi
    Kelas: 7A
    Jawaban:
    Tema: akibat dari kebiasaan jajan sembarangan
    Tokoh: raka, guru, dokter, ibu raka, andi
    Alus: alur maju
    Latar: sekolah, toilet, rumah, puskesmas
    Amanat: jagalah kesehatan dengan tidak jajan sembarangan, serta jangan malu membawa bekal sehat dari rumah karena membawa dampak baik bagi diri sendiri dan orang lain
    Sudut pandang: sudut pandang orang ke tiga

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  27. Nama : Ainayya Kaysha P.
    Kelas : VII A⭐️
    Jawaban :

    📖 Tema: Kebiasaan buruk membeli jajanan sembarangan dan pentingnya menjaga kesehatan. 🍎🍱

    👦 Tokoh: Raka, guru, ibu Raka, dokter, dan teman-teman Raka. 👩‍🏫👩‍👦🧑‍⚕️

    ➡️ Alur: Alur maju, karena cerita berjalan dari kebiasaan buruk Raka, kemudian sakit, hingga akhirnya berubah menjadi lebih sehat. 🌱✨

    🏫 Latar: Di sekolah, rumah, dan puskesmas; waktu pagi dan setiap hari. 🏠🏥

    💡 Amanat: Kita harus menjaga kesehatan dengan tidak jajan sembarangan dan membiasakan membawa bekal dari rumah. 🍎🥗

    👀 Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka”. 📚✨

    BalasHapus
  28. Nama : Arkananta Azka Prasaja
    Kelas : VII A
    Tema : kesehatan/dampak jajan sembarangan
    Tokoh : Raka, guru, dokter, ibu Raka, dan Andi
    Alur : maju, bermula dari Raka yang suka jajan sembarangan kemudian jatuh sakit. Dan pada akhirnya Raka sadar dan mengubah kebiasaannya
    Latar : tempat= depan sekolah, kelas/toilet sekolah, puskesmas, dan rumah
    Waktu= pagi hari, setiap hari, dan jam istirahat
    Suasana= tegang/khawatir, menyenangkan dan harmonis
    Amanat : jangan suka jajan sembarangan karena bisa menimbulkan penyakit. Dan biasakan membawa bekal yang sehat dan bersih dari rumah
    Sudut pandang : sudut pandang orang ketiga karena memakai nama tokoh Raka dan kata ganti ia/nya

    BalasHapus
  29. Nama: Alvin alea putra
    Kelas:7A
    Jawaban:
    Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
    Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.

    Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.

    Latar:
    Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.

    Waktu: pagi hari dan setiap hari.
    Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.

    Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.

    Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.

    BalasHapus
  30. Nama:Darra Az-zahra Putri Yuliyandi
    Kelas:7B
    Jawaban
    Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
    Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
    Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
    Sudut Pandang: Orang ketiga.

    BalasHapus
  31. Nama: kholifa Nawang Jezilo
    kelas 7B
    hadir

    Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
    Tokoh: Raka, Ibu, Guru, Dokter, Andi, dan teman-teman Raka.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
    Amanat: Jagalah kesehatan dengan menghindari makanan tidak sehat, membawa bekal makanan sehat dri rumah, menjaga kebersihan, dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
    Sudut Pandang: Orang ketiga.

    BalasHapus
  32. nama: Nayla Asyifa
    kelas 7b
    hadir
    Tema: Kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan.
    tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.
    alur: maju
    latar: Sekolah, rumah, dan puskesmas.
    amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.
    sudut pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.

    BalasHapus
  33. Nama : Syabila Oktarina Adi
    Kelas : 7A
    Tema : kesehatan/dampak jajan sembarangan
    Tokoh : Raka, guru, dokter, ibu Raka, dan Andi
    Alur : maju, bermula dari Raka yang suka jajan sembarangan kemudian jatuh sakit. Dan pada akhirnya Raka sadar dan mengubah kebiasaannya
    Latar : tempat= depan sekolah, kelas/toilet sekolah, puskesmas, dan rumah
    Waktu= pagi hari, setiap hari, dan jam istirahat
    Suasana= tegang/khawatir, menyenangkan dan harmonis
    Amanat : jangan suka jajan sembarangan karena bisa menimbulkan penyakit. Dan biasakan membawa bekal yang sehat dan bersih dari rumah
    Sudut pandang : sudut pandang orang ketiga karena memakai nama tokoh Raka dan kata ganti ia/nya

    BalasHapus
  34. nama: cinta najwa k
    kelas:7b
    hadir
    Tema: Pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan makanan.
    Tokoh:
    Raka (tokoh utama)
    Guru
    Dokter
    Ibu Raka
    Andi (teman Raka)
    Alur: Maju (cerita dimulai dari kebiasaan buruk Raka, terkena diare, hingga akhirnya ia sadar dan berubah membawa bekal sendiri).
    Latar:
    Latar Tempat: Depan sekolah, toilet sekolah, puskesmas, dan rumah Raka.
    Latar Waktu: Setiap hari, suatu pagi, besoknya, dan sejak saat itu.
    Latar Suasana: Khawatir/cemas (saat Raka sakit perut parah) dan menyenangkan/sehat (di akhir cerita saat Raka membawa bekal).
    Amanat: Jangan jajan sembarangan karena makanan yang tidak bersih dapat menyebabkan sakit. Lebih baik membawa bekal sehat dari rumah.
    Sudut Pandang: Orang ketiga (pengamat), karena penulis menggunakan nama tokoh "Raka" dan kata ganti "ia/nya".

    BalasHapus
  35. Nama : Faris Akmal Hidayat
    Kelas : 7A
    Jawaban:
    Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.

    Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.

    Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.

    Latar:
    Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.

    Waktu: pagi hari dan setiap hari.
    Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.

    Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.

    Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.

    BalasHapus
  36. NAMA:DINDA P.Y
    KELAS:7A
    JAWABAN!
    Tema:Pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan makanan.
    Tokoh:Raka (tokoh utama), Guru, Dokter, Ibu Raka, dan Andi (teman Raka).
    Alur:Maju. Cerita dimulai dari kebiasaan buruk Raka, akibat yang diterimanya (sakit perut), hingga perubahan sikapnya menjadi lebih baik.
    Latar:
    Latar Tempat: Depan sekolah, toilet sekolah, puskesmas, dan rumah Raka.Latar Waktu: Setiap hari, suatu pagi, besoknya, dan sejak saat itu.Latar Suasana: Khawatir (saat sakit) dan menyenangkan/positif (di akhir cerita).
    Amanat:Jangan jajan sembarangan karena makanan yang tidak bersih bisa membuat sakit. Lebih baik membawa bekal sendiri dari rumah karena lebih sehat dan higienis.
    Sudut Pandang:Pesona ketiga (orang ketiga di luar cerita). Penulis memosisikan diri sebagai pengamat yang menceritakan tokoh Raka dan tokoh lainnya menggunakan nama orang

    BalasHapus
  37. Nama:Atika Bilqis Aziza
    Kelas:VII B (tujuh)

    *Tema : kebiasaan buruk yang *berdampak pada kesehatan
    *Tokoh : Raka, guru, ibu, dokter, dan Andi
    *Alur : Maju
    *Latar : Puskesmas, dan rumah
    *Amanat : jangan makan makanan sembarangan, jagalah kesehatan
    *Sudut pandang : orang ketiga

    BalasHapus
  38. nama : AZALIA FINDY NINGRUM
    kelas : 7A
    Tema: Kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki.
    Tokoh: Raka, Guru,Andi,dokter,dan teman-temannya.
    Alur: Alur maju.
    Latar: Sekolah, rumah, puskesmas, toilet.
    Amanat: makanlah makanan yang sehat dan bersih, dan jangan jajan sembarangan.
    Sudut pandang: orang ketiga.

    BalasHapus
  39. Shenta Cahya Anggraini
    7A
    Tema:Kebiasaan buruk yang perlu dihindari
    Tokoh:Raka,ibu Raka,guru,dokter
    Alur:Alur maju
    Later:Sekolah,rumah,toilet,puskesmas
    Amanat:Makanlah makanan yang sehat dan tidak jajan sembarangan agar tidak mudah sakit
    Sudut pandang:Orang ketiga

    BalasHapus
  40. Nama: luthfia Zahra Sandita
    Kelas :7B
    Tema:Kebiasaan buruk yang perlu di perbaiki.
    Tokoh: Raka, guru, Andi, Dokter, dan teman-teman
    Alur: Alur Maju
    Layar: Sekolah, rumah, Puskesmas, toilet.
    Amanat: jagalah kesehatan, dan jangn makan makanan yang tidak sehat
    Sudut pandang: Orang ketiga

    BalasHapus
  41. Nama: Syelvyfanesa Shonia Putry
    Kelas:7A
    Jawaban:
    Tema:Pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan makanan.
    Tokoh:Raka (tokoh utama), Guru, Dokter, Ibu Raka, dan Andi (teman Raka).
    Alur:Maju. Cerita dimulai dari kebiasaan buruk Raka, akibat yang diterimanya (sakit perut), hingga perubahan sikapnya menjadi lebih baik.
    Latar:
    Latar Tempat: Depan sekolah, toilet sekolah, puskesmas, dan rumah Raka.Latar Waktu: Setiap hari, suatu pagi, besoknya, dan sejak saat itu.Latar Suasana: Khawatir (saat sakit) dan menyenangkan/positif (di akhir cerita).
    Amanat:Jangan jajan sembarangan karena makanan yang tidak bersih bisa membuat sakit. Lebih baik membawa bekal sendiri dari rumah karena lebih sehat dan higienis.
    Sudut Pandang:Pesona ketiga (orang ketiga di luar cerita). Penulis memosisikan diri sebagai pengamat yang menceritakan tokoh Raka dan tokoh lainnya menggunakan nama orang.

    BalasHapus
  42. Nama: florin almeera chantika
    Kelas:7.b

    Jawaban:
    Tema: Kebiasaan hidup tidak sehat dan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
    Tokoh: Raka, Ibu Raka, Andi, dokter, dan teman-teman Raka.

    Alur: Alur maju, karena cerita berlangsung secara berurutan dari kebiasaan buruk Raka hingga Raka berubah menjadi lebih sehat.

    Latar:
    Tempat: sekolah, rumah, toilet, dan puskesmas.

    Waktu: pagi hari dan setiap hari.
    Suasana: sakit, khawatir, menyesal, dan bahagia.

    Amanat: Kita harus menjaga kebersihan makanan, menghindari jajan sembarangan, dan membiasakan membawa bekal agar hidup lebih sehat.

    Sudut Pandang: Orang ketiga, karena cerita menggunakan nama tokoh “Raka” dan kata “ia” untuk menceritakan tokoh.

    BalasHapus
  43. Nama: aisyah afiqah vernandes Kelas: 7c
    Jawaban :
    Tema: kebiasaan makan sembarangan yang buruk, lalu berubah menjadi hidup lebih sehat dan memberi contoh lebih baik.
    Tokoh: • Utama: raka
    • Pendukung: Guru, ibu raka, dokter, andi, dan temen sekelas.
    Alur: maju -> raka jajan sembarangan-> sakit -> sadar -> bawa bekal -> sehat &jadi contoh.
    Latar: sekolah, puskesmas, rumah.
    waktu: beberapa hari/ minggu
    Suasana: awal santai, lalu khawatir, akhirnya senang dan membaik.
    Amanat: jangan makan sembarangan, makanlah yang sehat agar tubuh kuat.
    sudut pandang: orang ketiga ( penulis menceritakan raka, pakai kata: ia, raka, dia)
    Terimakasih mis🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS PIDATO PERSUASIF

STRUKTUR DAN UNSUR KEBAHASAAN TEKS DESKRIPSI