GURU PENGAMPU : TRI ESTI RIANTI, S.Pd.
MATA PELAJARAN. : BAHASA INDONESIA
FASE/KELAS. : FASE D/ VIIA DAN VIIB
WAKTU PELAKSANAAN : SENIN/23 AGUSTUS 2026
MATERI : MENGINDENTIFIKASI UNSUR TEKS CERITA FANTASI
PERTEMUAN : 1
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu mengekspresikan gagasan kreatif dan imajinatif secara indah dalam bentuk prosa fiksi. Memilah daya imajinasi yang bermakna dan menghindari kebohongan yang merusak akidah, melatih hikmah dari kisah-kisah.Peserta didik mampu mengekspresikan gagasan kreatif dan imajinatif secara indah dalam bentuk prosa fiksi. Memilah daya imajinasi yang bermakna dan menghindari kebohongan yang merusak akidah, melatih hikmah dari kisah-kisah.
TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Prinsip Mindful (Kesadaran & Kritis)
- Peserta didik dapat memilah dan menyaring daya imajinasi yang bermakna, serta menghindari unsur kebohongan yang bertentangan dengan nilai akidah dan etika.
2. Prinsip Meaningful (Bermakna & Relevan)
- Peserta didik mampu menggali dan merefleksikan hikmah dari sebuah kisah/prosa fiksi untuk diterapkan dalam kehidupan nyata sebagai bentuk penguatan karakter.
3. Prinsip Joyful (Menyenangkan & Estetik)
- Peserta didik merasa antusias dan merdeka dalam merangkai kata serta mengeksplorasi estetika bahasa untuk menghasilkan karya prosa fiksi yang kreatif, imajinatif, dan inspiratif.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :
Tahap 1: Eksplorasi dan Kesadaran
1.1 Peserta didik mengamati berbagai contoh kisah atau prosa fiksi (baik klasik maupun kontemporer) untuk mengidentifikasi bentuk imajinasi yang digunakan penulis.
1.2 Peserta didik berdiskusi kritis untuk memilah daya imajinasi yang bermakna serta mengenali batasan konten fiksi agar terhindar dari unsur kebohongan yang merusak akidah atau nilai moral.
Tahap 2: Kontekstualisasi dan Pengambilan Hikmah
1.3 Peserta didik menganalisis unsur-unsur pembangun cerita (tema, alur, penokohan, dan latar) serta menemukan hikmah atau pesan moral yang terkandung di dalamnya.
1.4 Peserta didik merefleksikan nilai-nilai hikmah tersebut dan merumuskan relevansinya dengan kehidupan nyata sehari-hari sebagai fondasi isi cerita yang akan dibuat.
Tahap 3: Kreasi dan Ekspresi Estetik
1.5 Peserta didik merancang kerangka (outline) cerita fiksi yang kreatif, imajinatif, namun tetap selaras dengan prinsip penyaringan pada tahap pertama.
1.6 Peserta didik menulis prosa fiksi secara utuh dengan memperhatikan keindahan pilihan kata (diksi) dan gaya bahasa yang memikat.
1.7 Peserta didik mempublikasikan, saling mengapresiasi, atau menceritakan kembali karya prosa fiksi yang telah dibuat dalam suasana kelas yang kolaboratif dan menyenangkan.
MATERI PEMBELAJARAN:
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.
1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia
Peserta didik diajak untuk merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah sebuah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia bisa menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, Allah SWT adalah Pencipta nyata (Al-Khaliq) dari ketiadaan menjadi ada beserta hukum alam yang sempurna. Ini melatih keimanan agar imajinasi tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu menciptakan sesuatu secara hakiki.
2. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita
Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin yang adil atau zalim dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik bahwa segala bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual.
3. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi
Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif adalah bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif menulis diawali dengan kesadaran spiritual (memohon kelancaran ide kepada Sang Pemberi Rezeki).
Sumber: YouTube https://share.google/mR5u06Q0sWpA4UEKe
(Video Pembelajaran ini menjelaskan materi Pembelajaran di pertemuan kali ini yaitu tentang Mengidentifikasi Teks Fantasi, untuk Uraian materi bisa disimak di Video Pembelajaran ini)
Apakah kamu tahu apa itu cerita fantasi? Pernah membacanya? Baik, kita akan bahas hal-hal menarik tentang cerita fantasi, mulai dari pengertian, struktur, unsur, jenis, dan contohnya.
Inget tidak, saat waktu kamu masih SD atau mungkin sebelum masuk sekolah, pernah baca-baca buku tentang kisah Putri Duyung, Si Kancil, Pinokio, atau Roro Jonggrang yang terkenal?
Semua judul cerita itu, termasuk teks cerita fantasi yang berupa khayalan dari pengarangnya, lho! Lalu, apa sih arti dari cerita fantasi itu? Yuk, kita kenali pengertian, unsur, struktur, jenis, dan contoh teks cerita fantasi!
Pengertian Teks Cerita Fantasi
Teks cerita fantasi adalah bahan tertulis yang berbentuk karangan atau tulisan untuk menuturkan, menggambarkan, atau membayangkan berbagai perbuatan, pengalaman, dan kejadian berupa angan-angan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka.
Secara lebih sederhana, teks cerita fantasi merupakan jenis teks yang dibuat berdasarkan daya imajinasi penulisnya. Oleh karena itu, hal-hal yang diceritakan dalam teks fantasi adalah hal-hal yang tidak nyata atau fiksi, ya.
Tujuan Teks Cerita Fantasi
Nah, karena teks cerita fantasi ini sifatnya imajiner, atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan si penulis, jadi tujuan teks cerita fantasi adalah untuk menghibur para pembaca, serta meningkatkan daya imajinasi pembaca.
Unsur-Unsur Teks Cerita Fantasi
Nah, berikut ini adalah unsur-unsur teks cerita fantasi yang bisa kamu perhatikan. Unsur-unsur ini bisa juga dikatakan ciri-ciri yang jadi pembeda antara teks cerita fantasi dengan jenis teks lainnya.
1. Ada keajaiban, keanehan, dan kemisteriusan
Teks cerita fantasi adalah cerita fiksi berjenis fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Di dalam teks cerita fantasi, diungkapkan hal-hal supranatural, kemisteriusan, dan ke-ghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata.
Jadi, pada teks cerita fantasi, hal yang tidak mungkin seolah-olah menjadi hal yang biasa. Tokoh dan latar yang diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata.
2. Ide cerita
Ide cerita teks cerita fantasi terbuka terhadap daya khayal penulis. Artinya, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Ide cerita ini juga bisa berupa irisan dunia nyata dan dunia khayal yang diciptakan pengarang.
Ide cerita pada teks ini terkadang bersifat sederhana, tapi mampu menitipkan pesan yang menarik. Tema cerita fantasi adalah gaib, supernatural, atau futuristik.
3. Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)
Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar, yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan.
Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.
4. Tokoh unik (memiliki kesaktian)
Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik, yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktian-kesaktian tertentu. Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari. Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu.
Tokoh juga ada pada waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang atau futuristik).
5. Bersifat fiksi
Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan, tetapi diberi fantasi.
6. Bahasa
Penggunaan sinonim disampaikan dengan emosi yang kuat dan variasi kata yang cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).
Contoh Teks Cerita Fantasi
Supaya kamu lebih paham dengan teks cerita fantasi, coba perhatikan contoh di bawah ini, ya!
Timun Mas
Alkisah, ada seorang janda yang tidak mempunyai anak bernama Mbok Srini. Saat pergi ke hutan, ia didatangi raksasa yang memberinya biji timun. Raksasa tersebut mengatakan kalau ia akan mempunyai anak lewat biji timun tersebut.
Mbok Srini pulang dan menanam biji timun itu. Setelah beberapa waktu, tanaman timunnya hanya berbuah satu, warnanya emas. Ia membelah buah tersebut dan kaget karena isinya bayi perempuan. Anak itu diberi nama Timun Mas.
Singkat cerita, Timun Mas sudah dewasa. Suatu malam, Mbok Srini bermimpi didatangi raksasa. Raksasa tersebut akan menjemput Timun Mas seminggu lagi. Mbok Srini takut, lalu menemui petapa sakti. Petapa itu memberikan empat bungkusan kecil, berisi biji timun, jarum, garam, dan terasi.
Pada hari yang ditentukan, Mbok Srini meminta Timun Mas pergi. Raksasa pun mengejarnya. Timun Mas membuka bungkusan pertama, seketika sekelilingnya menjadi ladang timun dan menghambat sang Raksasa. Begitu akan tertangkap lagi, Timun Mas membuka bungkusan kedua. Dalam sekejap, sekelilingnya menjadi rerimbunan pohon bambu yang runcing. Raksasa terus mengejar meski terluka. Timun Mas membuka bungkusan ketiga. Daerah sekitarnya menjadi lautan luas. Namun, raksasa itu bisa melewatinya. Dengan ketakutan, Timun Mas melempar bungkusan terakhir. Sekelilingnya berubah menjadi lautan lumpur yang mendidih. Raksasa pun tercebur dan tewas.
Selamatlah Timun Mas. Ia menemui ibunya dan mereka hidup bahagia.
Sumber cerita: dongengceritarakyat.com
Jenis-Jenis Teks Cerita Fantasi
Cerita fantasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu berdasarkan kesesuaian dalam kehidupan nyata dan latar cerita. Lalu apa sih bedanya?
1. Berdasarkan kesesuaian dalam kehidupan nyata
Pada teks cerita fantasi yang berdasarkan kesesuaian dalam kehidupan nyata dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Cerita fantasi total
Dalam jenis ini, semua cerita, karakter, latar, bahkan semua unsur di dalamnya merupakan fantasi atau tidak terjadi dalam kehidupan nyata. Misalnya cerita tentang kehidupan kerajaan di bawah laut.
b. Cerita fantasi irisan
Cerita fantasi irisan memakai latar dunia fantasi yang nama tempat atau nama peristiwanya masih ada di dunia nyata. Misalnya cerita tentang kehidupan putri salju dan 7 kurcaci di tengah hutan.
2. Berdasarkan latar cerita
Cerita fantasi jenis ini juga dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Cerita fantasi sezaman
Cerita fantasi sezaman hanya memakai satu latar waktu saja, gengs. Misalnya, pakai latar waktu masa kini, masa lampau, atau masa datang.
b. Cerita fantasi lintas waktu
Kalau cerita fantasi lintas waktu merupakan kebalikan dari cerita fantasi sezaman. Di dalam cerita ini, bisa saja memiliki dua latar waktu yang berbeda. Misalnya, penulis memakai latar waktu masa lampau dan masa kini dalam satu rangkaian cerita.
Itulah tadi pengertian
Media Pembelajaran dan Alat Peraga yang digunakan Pada Materi Mengidentifikasi Unsur Teks Cerita Fantasi adalah Video Pembelajaran, Contoh Teks Cerita Fantasi, dan LKPD
ASESMEN :
(Gambar tersebut merupakan LKPD yang harus dikerjakan peserta didik, petunjuk pengerjaan sudah tertera pada gambar di atas ikuti perintah lalu kerjakan pada Buku tulis dengan menuliskan kembali dengan sesuai format.)
KESIMPULAN :
Teks cerita fantasi adalah salah satu jenis teks narasi yang alur ceritanya dikembangkan berdasarkan daya khayal, imajinasi, atau fantasi penulis secara murni, di mana hal-hal yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata menjadi mungkin terjadi.Secara umum, unsur-unsur teks fantasi dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu Unsur Intrinsik (unsur yang membangun cerita dari dalam) dan Karakteristik Unsur Unik yang membedakannya dari jenis teks narasi lainnya.
Komentar
Posting Komentar